Riski Sahyuri
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN ZAKAT DI YORDANIA: SISTEM, KELEMBAGAAN, DAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI Riski Sahyuri; Maryam Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6051

Abstract

Abstract: This study aims to comprehensively analyze zakat management in Jordan by highlighting the institutional system, management mechanisms, and its impact on socio-economic conditions. The research adopts a qualitative approach using a literature review method based on secondary sources such as scientific journals, official reports, and academic literature. The findings indicate that zakat management in Jordan is semi-formal, as it operates within a government regulatory framework but is not fully mandatory, making its implementation largely dependent on individual awareness. Institutionally, zakat is managed by a national body in collaboration with local committees, creating synergy between the government and the community in the collection and distribution processes. In practice, zakat is not only distributed in a consumptive form to meet basic needs but is also developed through productive programs such as microfinance and skills training to enhance the economic independence of beneficiaries. This management has contributed to poverty reduction and improved social welfare, although it is not yet optimal. This is due to the underutilized potential of zakat collection and the distribution still being dominated by consumptive assistance. Therefore, stronger regulations, improved transparency, and innovative empowerment-based programs are needed to optimize the role of zakat as a social welfare instrument in Jordan.   Keywords: Zakat Management, Jordan, Institutional System, Social Impact, Poverty Reduction   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif manajemen zakat di Yordania dengan menyoroti sistem kelembagaan, mekanisme pengelolaan, serta dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, laporan resmi, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di Yordania bersifat semi formal karena berada dalam kerangka regulasi pemerintah namun tidak sepenuhnya bersifat wajib, sehingga pelaksanaannya masih bergantung pada kesadaran individu. Secara kelembagaan, zakat dikelola oleh lembaga nasional yang bekerja sama dengan komite lokal, menciptakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penghimpunan dan pendistribusian. Dalam implementasinya, zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk konsumtif untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dikembangkan melalui program produktif seperti pembiayaan usaha mikro dan pelatihan keterampilan guna meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik. Pengelolaan zakat ini terbukti berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun belum optimal. Hal ini disebabkan oleh potensi penghimpunan zakat yang belum dimaksimalkan serta distribusi yang masih didominasi bantuan konsumtif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan transparansi, serta inovasi program berbasis pemberdayaan ekonomi agar zakat dapat berfungsi lebih optimal sebagai instrumen kesejahteraan sosial di Yordania.   Kata Kunci: Manajemen Zakat, Yordania, Sistem Kelembagaan, Dampak Ssosial, Pengetasan Kemiskinan
PERAN PROGRAM MAKAN GIZI GRATIS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Riski Sahyuri; Maryam Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6052

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of the Free Nutritious Meal Program in supporting national food security in Indonesia, which encompasses not only food availability but also access, nutritional quality, and the stability of community consumption. The research employs a descriptive qualitative approach using the Analytic Network Process (ANP) method to identify key factors and determine strategic priorities in program implementation. Data were collected through interviews and questionnaires based on expert judgment, as well as documentation studies from various official sources. The results indicate that the program significantly contributes to improving access to nutritious food, particularly for vulnerable groups, strengthening local food supply chains through increased demand for domestic agricultural products, and promoting the empowerment of farmers and small and medium enterprises. In addition, the program plays an important role in maintaining food consumption stability, reducing the risk of food insecurity, and enhancing community welfare. However, its successful implementation is influenced by several key factors, including government policy consistency, budget availability, the quality of human resources, and the effectiveness of distribution and monitoring systems. Therefore, strong synergy among stakeholders is essential to ensure the sustainability and optimization of the program in supporting national food security in a sustainable manner.   Keywords: Programme MBG, Food Security, Analytic Network Process, Food Supply Chain, MSME Empowerment Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung ketahanan pangan nasional di Indonesia, yang tidak hanya mencakup aspek ketersediaan pangan tetapi juga akses, kualitas gizi, dan stabilitas konsumsi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analytic Network Process (ANP) untuk mengidentifikasi faktor kunci serta menentukan prioritas strategi dalam implementasi program. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner berbasis expert judgement serta studi dokumentasi dari berbagai sumber resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan akses terhadap pangan bergizi, khususnya bagi kelompok rentan, memperkuat rantai pasok pangan lokal melalui peningkatan permintaan produk domestik, serta mendorong pemberdayaan petani dan pelaku UMKM. Selain itu, program ini juga berperan dalam menjaga stabilitas konsumsi pangan, mengurangi risiko kerawanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti kebijakan pemerintah, ketersediaan anggaran, kualitas sumber daya manusia, serta efektivitas sistem distribusi dan pengawasan, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi program dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.   Kata Kunci: Program MBG, Ketahanan Pangan, Analytic Network Process, Rantai Pasok Pangan, Pemberdayaan UMKM