Syukry El Hanif Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK POTONGAN KOMISI PLATFORM TERHADAP PENDAPATAN PENGEMUDI OJEK ONLINE Syukry El Hanif Nasution; Maryam Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6054

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of platform commission deductions on the income of online motorcycle taxi drivers in Indonesia using a descriptive qualitative approach through a literature review of various sources such as scientific journals and official reports. The study focuses on the revenue sharing mechanism between platforms and drivers and its implications for economic welfare. The results show that commission cuts of 15 to 20 percent applied by platforms such as Gojek and Grab have a significant impact on reducing drivers’ net income. This impact is more pronounced during off peak hours and adverse weather conditions that reduce service demand. These conditions affect income stability and the ability of drivers to meet their daily needs. From an Islamic economics perspective high commission deductions are considered not fully aligned with the principle of justice or al adl and may create imbalance in the partnership between platforms and drivers. In addition lack of transparency in income calculation systems remains a frequently reported issue. Therefore this study recommends improving transparency in income reporting establishing minimum fare regulations and providing fair performance based incentives to enhance driver welfare and support more sustainable gig economy policies in Indonesia.   Keywords: Commission Fees, Income, Online Motorcycle Taxi, Gig economy, Islamic Economics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak potongan komisi platform terhadap pendapatan pengemudi ojek online di Indonesia dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah dan laporan resmi. Fokus penelitian terletak pada mekanisme pembagian hasil antara platform dan pengemudi serta implikasinya terhadap kesejahteraan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potongan komisi sebesar 15% hingga 20% yang diterapkan oleh platform seperti Gojek dan Grab berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan bersih pengemudi. Dampak ini semakin dirasakan pada kondisi tertentu seperti jam sepi dan cuaca buruk yang menyebabkan rendahnya permintaan layanan. Kondisi tersebut berpengaruh pada stabilitas pendapatan serta kemampuan pengemudi dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Dari perspektif ekonomi syariah praktik potongan komisi yang tinggi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan (al adl) dan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan kerja sama antara platform dan pengemudi. Selain itu kurangnya transparansi dalam sistem perhitungan pendapatan juga menjadi permasalahan yang sering dikeluhkan. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi laporan pendapatan penetapan regulasi tarif minimum serta pemberian insentif berbasis kinerja yang lebih adil guna meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan mendukung kebijakan industri gig economy yang lebih berkelanjutan di Indonesia.   Kata Kunci: Potongan Komisi, Pendapatan, Ojek Online, Gig Economi, Ekonomi Syariah
SISTEM ZAKAT DI NEGARA MAROKO Syukry El Hanif Nasution; Maryam Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6055

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the zakat management system in Morocco by comparing it with institutional zakat models in other Muslim countries such as Indonesia and Malaysia. The research uses a literature review method by examining various secondary sources including national and international scientific journals indexed in SINTA, Scopus, and Web of Science, as well as theses and dissertations from university repositories. The study focuses on institutional aspects, collection mechanisms, and zakat distribution along with their implications for poverty alleviation effectiveness. The results show that zakat practices in Morocco are still voluntary and not supported by a centralized institutional system, in contrast to countries such as Indonesia and Malaysia which have established official institutions and more structured management systems. This condition creates challenges in terms of transparency, accountability, and optimization of zakat distribution, thereby limiting its effectiveness in reducing poverty. In contrast, countries with centralized systems tend to have more efficient, coordinated, and measurable management. Therefore, this study recommends the establishment of a national zakat institution in Morocco that can integrate the collection and distribution processes in a professional, transparent, and accountable manner to enhance the role of zakat in social and economic development.   Keywords: Zakat Morocco, Zakat Institution, Transparency, Accountability, Poverty Alleviation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan zakat di Maroko dengan membandingkannya dengan model kelembagaan zakat di beberapa negara Muslim lain seperti Indonesia dan Malaysia. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka atau literature review dengan mengkaji berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah nasional dan internasional yang terindeks SINTA, Scopus, dan Web of Science, serta tesis dan disertasi dari repositori universitas. Fokus kajian terletak pada aspek kelembagaan, mekanisme pengumpulan, serta distribusi zakat dan implikasinya terhadap efektivitas pengentasan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zakat di Maroko masih bersifat sukarela dan belum didukung oleh sistem kelembagaan yang terpusat, berbeda dengan negara seperti Indonesia dan Malaysia yang telah memiliki lembaga resmi dan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur. Kondisi ini menyebabkan tantangan dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi distribusi zakat, sehingga efektivitasnya dalam mengurangi kemiskinan belum maksimal. Sebaliknya, negara dengan sistem terpusat cenderung memiliki pengelolaan yang lebih efisien, terkoordinasi, dan terukur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pembentukan lembaga zakat nasional di Maroko yang mampu mengintegrasikan proses pengumpulan dan distribusi zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan peran zakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi.   Kata Kunci: Zakat Maroko, Kelembagaan Zakat, Transparansi, Akuntabilitas, Pengentasan Kemiskinan