Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L.) KLON – MCC 02 TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG Yuliatri; Anita Lubis; Fajri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/0fdn4y49

Abstract

Abstract:  This study aimed to evaluate the growth response of cocoa (Theobroma cacao L.) seedlings of MCC 02 clone to the application of different types of animal manure and to determine the most effective manure type during the nursery stage. The research was conducted at the Experimental Farm of the Payakumbuh State Agricultural Polytechnic using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replications, namely no manure (P0), cow manure (P1), chicken manure (P2), and goat manure (P3). Observed parameters included seedling height, stem diameter, leaf length and width, as well as fresh and dry weight of seedlings. The results showed that the application of animal manure had a significant effect on all observed growth parameters. Cow and goat manure treatments resulted in the best response in seedling height, while stem diameter and leaf size showed relatively similar responses across all manure treatments. Goat manure produced the highest fresh and dry weights, indicating greater biomass accumulation. Overall, goat manure was the most effective treatment in enhancing the growth of cocoa seedlings of MCC 02 clone during the nursery stage.   Keywords:  Theobroma Cacao, Animal Manure, Seedling Growth, MCC 02   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) klon MCC 02 terhadap pemberian beberapa jenis pupuk kandang serta menentukan jenis pupuk kandang yang paling efektif pada fase pembibitan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, yaitu tanpa pupuk kandang (P0), pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang ayam (P2), dan pupuk kandang kambing (P3). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, panjang dan lebar daun, serta berat basah dan berat kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Perlakuan pupuk kandang sapi dan kambing memberikan respon terbaik terhadap tinggi bibit, sedangkan diameter batang serta ukuran daun menunjukkan respon yang relatif seragam pada seluruh perlakuan pupuk kandang. Pupuk kandang kambing menghasilkan berat basah dan berat kering tertinggi, yang mengindikasikan peningkatan akumulasi biomassa tanaman. Secara keseluruhan, pupuk kandang kambing merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02 pada fase pembibitan.    Kata Kunci: Kakao, Pupuk Kandang, Pertumbuhan Bibit, MCC 02
ANALYSIS OF FOOD EXPENDITURES BY GAMBIR-FARMING HOUSEHOLDS IN HARAU SUBDISTRICT Ratna Agustia; Nin Patri Enanti; Yuliatri; Sulastri; Fefriyanti; Rita Erlinda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/mwmgy366

Abstract

Abstract:  This study aims to examine the food consumption expenditures of gambir-farming households in Harau Subdistrict. The research was conducted in that area, specifically in the village of Harau, with locations selected through purposive sampling. The research design employed was a survey. The research sample consisted of farmers cultivating gambir plants in Harau Subdistrict, with a total of 30 respondents representing the population. A quantitative analysis approach was used to describe the magnitude of household food consumption expenditures among gambir farmers in Harau Village, Lima Puluh Kota Regency. The results of the study indicate that total food consumption expenditures amount to Rp2,283,583 per month or Rp27,403,000 per year. The largest expenditure component comes from the consumption of side dishes or animal-based foods, amounting to Rp756,667 per month or Rp9,080,000 per year.   Keywords:  Consumption; Expenditure; Households; Farmers; Gambir   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Kecamatan Harau. Kegiatan penelitian dilaksanakan di wilayah tersebut, tepatnya di Kenagarian Harau, dengan pemilihan lokasi yang dilakukan secara sengaja (purposive). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel penelitian terdiri dari petani yang membudidayakan tanaman gambir di Kecamatan Harau, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang mewakili populasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif untuk menggambarkan besarnya pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pengeluaran konsumsi pangan mencapai Rp2.283.583 per bulan atau Rp27.403.000 per tahun. Komponen pengeluaran terbesar berasal dari konsumsi lauk atau pangan hewani, yaitu sebesar Rp756.667 per bulan atau Rp9.080.000 per tahun.   Kata Kunci: Konsumsi; Pengeluaran; Rumah Tangga; Petani; Gambir