Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI BERBASIS KECERDASAN BUATAN UNTUK EFISIENSI PELAPORAN ANGGARAN: PENGEMBANGAN MODEL APLIKASI SIAPGAR PADA INSTITUSI MILITER X Sonny Nova Andri; Rulianda Purnomo Wibowo; Meilita Tryana Sembiring
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6551

Abstract

Abstract: The conventional and manual personnel budget execution reporting (Laplakgar) architecture in public defense management is highly susceptible to prolonged processing cycles and recurring data reconciliation anomalies. This study aims to develop, model, and technically articulate an Artificial Intelligence (AI)-driven integrated information system architecture—conceptualized as the SIAPGAR application model—to automate hierarchical data aggregation and enforce real-time, layered data verification at Military Institution X. A Research and Development (R&D) methodology utilizing a system prototyping approach was applied in this study. The system's logical and data boundaries were systematically mapped through structural Data Flow Diagrams (DFDs) at the Context Level (Level 0) and Functional Level (Level 1). Structural success parameters and data integrity were evaluated based on the System Quality and Information Quality dimensions derived from the DeLone and McLean Information Systems Success Model, and validated through technical expert judgment involving database administrators and financial software operators. The architectural engineering of the SIAPGAR model successfully automates three error-prone manual data processing bottlenecks. The functional DFD model demonstrates that the integrated AI validation layer operates as an automated gatekeeper, systematically identifying data variances between allocated budgets and actual personnel expenditures before cross-level aggregation occurs. This automated algorithmic intervention results in a projected 129% increase in workflow efficiency and effectively reduces human-caused data discrepancies to near zero. This study presents an empirical blueprint for an AI-integrated public finance system architecture. The development of SIAPGAR demonstrates that automated operational verification at the lower level successfully feeds accurate data into a real-time analytical dashboard essential for strategic defense decision-making. Keywords: Information systems, Data Flow Diagrams, Artificial Intelligence, SIAPGAR, Budget Execution.   Abstrak: Arsitektur pelaporan pelaksanaan anggaran (Laplakgar) personel yang konvensional dan manual dalam manajemen pertahanan publik sangat rentan terhadap siklus pemrosesan yang berkepanjangan dan anomali rekonsiliasi data yang berulang. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan, memodelkan, dan mengartikulasikan secara teknis arsitektur sistem informasi terintegrasi yang digerakkan oleh Kecerdasan Buatan (AI)—dikonseptualisasikan sebagai model aplikasi SIAPGAR—untuk mengotomatisasi agregasi data hierarkis dan menegakkan verifikasi data berlapis secara real-time di Institusi Militer X. Metodologi Research and Development (R&D) yang memanfaatkan pendekatan prototyping sistem diterapkan dalam penelitian ini. Batasan logis dan data sistem dipetakan secara sistematis melalui Data Flow Diagram (DFD) struktural pada Tingkat Konteks (Level 0) dan Tingkat Fungsional (Level 1). Parameter keberhasilan struktural dan integritas data dievaluasi berdasarkan dimensi Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi yang diturunkan dari DeLone and McLean Information Systems Success Model, serta divalidasi melalui penilaian ahli (expert judgment) teknis yang melibatkan administrator pangkalan data dan operator perangkat lunak keuangan. Rekayasa arsitektur dari model SIAPGAR berhasil mengotomatisasi tiga hambatan pemrosesan data manual yang rentan terhadap kesalahan. Model DFD fungsional mendemonstrasikan bahwa lapisan validasi AI yang terintegrasi beroperasi sebagai penjaga gerbang (gatekeeper) otomatis, secara sistematis mengidentifikasi varians data antara pagu keuangan yang dialokasikan dengan pengeluaran personel aktual sebelum agregasi lintas tingkat terjadi. Intervensi algoritmik otomatis ini menghasilkan proyeksi peningkatan efisiensi alur kerja sebesar 129% dan secara efektif menekan perbedaan data akibat faktor manusia hingga mendekati nol. Studi ini menyajikan cetak biru empiris untuk arsitektur sistem keuangan publik yang diintegrasikan dengan AI. Pengembangan SIAPGAR membuktikan bahwa verifikasi operasional otomatis pada tingkat bawah berhasil memasok data yang akurat ke dalam dasbor analitik real-time yang esensial untuk pengambilan keputusan pertahanan yang strategis. Kata Kunci: Sistem informasi, Data Flow Diagram, Kecerdasan Buatan, SIAPGAR, Pelaksanaan anggaran.
Transformasi Digital Dan Reformasi Birokrasi Dalam Sistem Penganggaran Sektor Publik: Studi Kasus Pada Institusi Militer X Sonny Nova Andri; Rulianda Purnomo Wibowo; Meilita Tryana Sembiring
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i2.16297

Abstract

Pelaporan anggaran personel di organisasi militer kerap terhambat oleh proses manual yang terfragmentasi, memicu keterlambatan, risiko kesalahan manusia, dan keterbatasan visibilitas manajerial. Studi ini bertujuan mengeksplorasi kondisi inefisiensi penganggaran saat ini dan merancang kerangka transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta akuntabilitas pelaporan anggaran personel di Institusi Militer X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data primer dihasilkan melalui diskusi kelompok (Focus Group Discussion) dan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 operator dan pengawas bidang anggaran personel yang dipilih secara sengaja (purposive sampling). Triangulasi data dicapai melalui pengamatan langsung terhadap alur kerja pelaporan dan analisis dokumen yang cermat terhadap Prosedur Operasi Standar (SOP) internal. Analisis tematik diterapkan untuk memetakan alur kerja "As-Is" (kondisi saat ini) dan merumuskan model "To-Be" (kondisi ideal). Temuan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses pelaporan manual saat ini memakan waktu lebih dari lima hari per siklus. Kesalahan entri data yang krusial terjadi 3 hingga 5 kali per bulan akibat luasnya rentang kendali yang mengelola 13 Satuan Kerja dan 45 Sub Satuan Kerja. Model solusi digital terintegrasi yang diusulkan memproyeksikan peningkatan efisiensi proses sebesar 129% dengan mengotomatisasi agregasi data dan memungkinkan deteksi anomali secara real-time. Studi ini berkontribusi pada literatur New Public Management (NPM) dengan menawarkan kerangka kerja operasional yang praktis untuk transformasi digital di sektor militer dan publik. Studi ini memberikan landasan empiris bagi pembuat kebijakan publik untuk memodernisasi manajemen sumber daya di lingkungan yang sangat hierarkis dan sensitif terhadap keamanan.