Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BAWANG MERAH BERKELANJUTAN MELALUI PENGUATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI KABUPATEN SOLOK Walmadri; Fastabiqul Khairad; Fadli Akbar Lubis; Merdian Khairad; Amri Syahardi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6665

Abstract

Abstract: The development of shallot agribusiness is a strategic effort to enhance the competitiveness and sustainability of the horticultural sector in Solok Regency. This study aimed to identify the internal and external factors affecting shallot agribusiness development and to formulate appropriate development strategies using the SWOT approach. The research employed a survey method with a quantitative descriptive approach. Primary data were collected through interviews with 228 shallot farmers and 25 traders selected purposively. Data were analyzed using the Internal Factor Analysis Summary IFAS, EFAS, Internal-External (IE) Matrix, and SWOT Matrix. The results showed that the main strengths of shallot agribusiness include favorable agroclimatic conditions, high product quality, farmers’ experience, and its status as a regional flagship commodity. The major opportunities arise from increasing market demand, government support, agro-industry development, and advances in information technology. The IFAS and EFAS analyses generated scores of 2.90 and 2.92, respectively, placing shallot agribusiness in Cell V of the IE Matrix (Hold and Maintain). Based on the SWOT analysis, the priority strategy identified was the SO (Strengths-Opportunities) strategy, which includes increasing production, developing shallot-based agro-industries, utilizing information technology for marketing, and strengthening the branding of Solok shallots as a regional flagship commodity. These strategies are expected to improve competitiveness and support the sustainable development of shallot agribusiness in Solok Regency. Keywords: Shallot; Agribusiness; SWOT; Competitive Advantage; Sustainability.   Abstrak: Pengembangan agribisnis bawang merah merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor hortikultura di Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agribisnis bawang merah serta merumuskan strategi pengembangannya melalui pendekatan SWOT. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 228 petani dan 25 pedagang bawang merah yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks IFAS, EFAS, Matriks Internal-Eksternal (IE), dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama agribisnis bawang merah meliputi kondisi agroklimat yang sesuai, kualitas produk yang baik, pengalaman petani, serta status bawang merah sebagai komoditas unggulan daerah. Peluang utama berasal dari meningkatnya permintaan pasar, dukungan pemerintah, pengembangan agroindustri, dan perkembangan teknologi informasi. Hasil analisis IFAS dan EFAS menghasilkan skor masing-masing sebesar 2,90 dan 2,92 yang menempatkan agribisnis bawang merah pada Sel V Matriks IE (Hold and Maintain). Berdasarkan analisis SWOT, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu meningkatkan produksi, mengembangkan agroindustri bawang merah, memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran, serta memperkuat branding Bawang Merah Solok sebagai komoditas unggulan daerah. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan mendukung keberlanjutan agribisnis bawang merah di Kabupaten Solok. Kata kunci: Bawang Merah; Agribisnis; SWOT; Keunggulan Kompetitif; Keberlanjutan.