Abstract: Used cooking oil, as an organic household waste, can be recycled into valuable products without harming the environment. Rumah Sosial Kutub utilizes collected used cooking oil as raw material for biodiesel production, while the proceeds are used to support social, humanitarian, environmental, and health programs. The main challenge is improving the management system for collecting used cooking oil to increase participation and collection volume. To address this issue, the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method was applied as a multi-criteria decision-making approach. The results showed that the best alternative was implemented in RW 002 with a score of 1, namely conducting a door-to-door collection system every Friday. Using the 5W+1H improvement approach, several recommendations were proposed, including providing pushcart equipment for transportation, creating weekly schedules for PKK Dasawisma cadres, and using RT WhatsApp groups to announce schedule changes during floods so that collection activities can still be conducted within the same week. Keywords: Used Cooking Oil, TOPSIS, Fishbone Diagram, 5W+1H Abstrak: Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga organik yang masih dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis tanpa mencemari lingkungan. Salah satu contohnya dilakukan oleh Rumah Sosial Kutub yang memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel. Hasil pengelolaannya digunakan untuk mendukung program sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan lingkungan di wilayah pengumpulan minyak jelantah. Kendala utama yang dihadapi adalah manajemen pengumpulan minyak jelantah agar lebih efektif dan mampu meningkatkan jumlah hasil pengumpulan. Untuk membantu pengambilan keputusan digunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), yaitu metode pengambilan keputusan multikriteria dengan memilih alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif terbaik berada di wilayah RW 002 dengan nilai 1, yaitu melakukan sistem door to door kepada warga setiap hari Jumat. Usulan perbaikan menggunakan pendekatan 5W+1H meliputi pengadaan alat bantu dorong untuk pengangkutan, penjadwalan kader PKK Dasawisma setiap minggu, serta pemberian informasi melalui grup WhatsApp RT saat terjadi banjir agar pengambilan minyak jelantah dapat dilakukan pada hari lain di minggu yang sama. Kata kunci: Minyak Jelantah, TOPSIS, fishbone diagram, 5W+1H