Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, fasilitas kerja fisik, dan kompetensi kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas kerja pegawai di Puskesmas Ngronggot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Puskesmas Ngronggot yang berjumlah 55 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (total sampling) sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Skala Likert 5 poin dan dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R2) menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 4,215 + 0,312 X1 + 0,285 X2 + 0,348 X3 + e. Hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (t = 3,142, p = 0,003), fasilitas kerja fisik (t = 2,891, p = 0,006), dan kompetensi kerja (t = 3,654, p = 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai, di mana kompetensi kerja menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan (uji F), kecerdasan emosional, fasilitas kerja fisik, dan kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Puskesmas Ngronggot (F = 24,615, p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,568 menunjukkan bahwa sebesar 56,8% variasi efektivitas kerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 43,2% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Oleh karena itu, pihak manajemen perlu mengoptimalkan ketiga aspek ini secara bersama-sama sebagai langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.