Pembelajaran matematika bertujuan mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Namun, hanya 7% siswa SMP yang mempunyai kemampuan komunikasi matematis tinggi. Kemampuan komunikasi matematis, baik tulis maupun lisan, dipengaruhi oleh gaya kognitif reflektif dan impulsif. Oleh karena itu, siswa diupayakan mampu melakukan pengembangan kemampuan komunikasi matematis melalui penyelesaian soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Kajian ini memiliki tujuan medeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulis dan lisan siswa yang bergaya kognitif reflektif dan impulsif dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa SMP kelas VIII yang bergaya kognitif reflektif dan impulsif, dengan kemampuan matematika tinggi setara, dan berjenis kelamin perempuan. Instrumen penelitian meliputi MFFT, TKM, tugas komunikasi matematis, dan pedoman wawancara. Temuan studi mengindikasikan bahwasanya siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu untuk memenuhi indikator kemampuan mengekspresikan ide-ide matematika secara tertulis dan lisan serta indikator kemampuan menggunakan simbol, notasi, dan istilah matematika secara tertulis dan lisan. Namun, siswa yang bergaya kognitif reflektif tidak mampu memenuhi indikator kemampuan memahami, menginterpretasi, dan mengevaluasi ide-ide matematika secara tertulis dan lisan karena tidak tepat dalam menyusun rencana penyelesaian serta menentukan kemungkinan maksimal jumlah pembelian dua barang, sehingga kesimpulan jawaban yang disebutkan tidak sesuai dengan informsai yang ditanyakan. Sebaliknya, siswa yang bergaya kognitif impulsif tidak mampu memenuhi seluruh indikator komunikasi matematis tulis dan lisan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV.