Ratu Diah Koerniawati
Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres, Body Image, dan Penggunaan Media Sosial Terhadap Risiko Eating Disorder pada Remaja Putri Erika Saori; Annisa Nuradhiani; Ratu Diah Koerniawati
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.141

Abstract

Eating disorder merupakan perilaku makan menyimpang atau kebiasaan makan tidak sehat (pengurangan atau peningkatan konsumsi makanan secara ekstrem). Risiko eating disorder 80% lebih tinggi terjadi pada remaja putri. Media sosial dapat menyebabkan seseorang merasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya (body image negatif) dan pada akhirnya dapat meningkatkan risiko eating disorder pada remaja putri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres, body image, dan penggunaan media sosial terhadap risiko eating disorder pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 91 orang responden (44 orang kelas X dan 47 orang kelas XI) yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Eating Attitudes Test-26 (EAT-26) untuk mengukur risiko eating disorder, Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) untuk mengukur body image, dan Social Networking Time Use Scale (SONTUS) untuk mengukur penggunaan media sosial. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Fisher Freeman Halton Exact Test. Hasil penelitian ini antara lain responden yang berisiko eating disorder (29,7%), stres tingkat sedang (81,3%), body image negatif (67%), dan penggunaan media sosial intensitas sedang (46,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat stres dan body image dengan risiko eating disorder pada remaja putri, sedangkan tidak adanya hubungan antara penggunaan media sosial dengan eating disorder dapat terjadi karena adanya faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.