Fathimah Az-Zahra
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Higiene Sanitasi dan Faktor Penyebab Ketidaksesuaian dalam Penyelengaraan Makanan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG X Kota Semarang Fathimah Az-Zahra; Tesa Rafkhani
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.167

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis memerlukan pengendalian keamanan pangan yang kuat karena produksi makanan dalam jumlah besar dapat memperbesar risiko kontaminasi. Menganalisis implementasi higiene sanitasi di SPPG X dan menjelaskan faktor yang melatarbelakangi ketidaksesuaian yang ditemukan. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory satu lokasi (Kuantitatif-Kualitatif). Tahap kuantitatif berupa audit deskriptif menggunakan checklist yang dipakai dalam protokol penelitian dan berasal dari Permenkes No. 1096 Tahun 2011. Tahap kualitatif menggunakan wawancara semiterstruktur terhadap enam informan yang dipilih secara purposif serta telaah dokumen untuk menjelaskan indikator yang tidak sesuai. Skor kuantitatif dianalisis secara deskriptif, data kualitatif dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, kemudian kedua data diintegrasikan dengan menghubungkan hasil audit dan tema wawancara. Skor audit sebesar 75/92 (81,5%). Kesesuaian tertinggi terdapat pada aspek peralatan (94%), sedangkan terendah pada kesehatan dan higiene karyawan (54%). Ketidaksesuaian dijelaskan oleh kesenjangan pengetahuan-praktik, persepsi negatif terhadap sebagian APD, pengawasan dan keteladanan atasan yang tidak konsisten, norma kerja yang permisif, serta belum adanya penguatan perilaku yang konsisten. Faktor perilaku dan sistem pengawasan lebih dominan menjelaskan ketidaksesuaian dibandingkan ketersediaan fasilitas semata. Karena audit menggunakan checklist historis, skor diposisikan sebagai pemetaan kesenjangan dan bukan penetapan status sertifikasi higiene sanitasi yang berlaku saat ini.