Penyakit ginjal diabetik (PGD) merupakan komplikasi mikrovaskular yang sering terjadi pada diabetes melitus tipe 2. Dislipidemia dapat berkontribusi terhadap kerusakan ginjal melalui stres oksidatif, disfungsi endotel, dan inflamasi, tetapi bukti mengenai hubungannya dengan Rasio Albumin-Kreatinin (Albumin-to-Creatinine Ratio/ACR) pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) masih terbatas. Menganalisis hubungan antara parameter profil lipid dengan ACR pada peserta PROLANIS. Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 31 peserta PROLANIS dengan data laboratorium lengkap diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari pemeriksaan laboratorium rutin di Klinik Pratama Jimbun Medika pada 3 Agustus 2025 yang dilakukan bekerja sama dengan Laboratorium Prodia. Kolesterol total, trigliserida, lipoprotein densitas tinggi (HDL), dan lipoprotein densitas rendah (LDL) dianalisis sebagai variabel independen, sedangkan ACR sebagai variabel dependen. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Penelitian memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Akademi Gizi Karya Husada Kediri (No. 013/KEP/AKZI/KH/VII/2025). Rerata ACR adalah 231,54 ± 545,53 mg/g. LDL ≥100 mg/dL ditemukan pada 93,5% peserta dan kolesterol total ≥200 mg/dL pada 77,4%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kolesterol total (r=0,159; p=0,394), trigliserida (r=0,062; p=0,742), HDL (r=-0,123; p=0,511), maupun LDL (r=0,080; p=0,668) dengan ACR. Parameter profil lipid tidak berhubungan bermakna dengan ACR pada peserta PROLANIS. Meskipun proporsi albuminuria dan kadar lipid tidak optimal cukup tinggi, profil lipid saja belum dapat menggambarkan tingkat albuminuria. Penilaian risiko ginjal perlu mencakup pemeriksaan ginjal langsung serta faktor klinis dan metabolik lainnya secara komprehensif untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan komplikasi ginjal diabetes berkelanjutan.