Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius. Di Desa Pakuan Sakti, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, jumlah penderita hipertensi meningkat dari 710 kasus pada tahun 2022 menjadi 850 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada ibu rumah tangga di Desa Pakuan Sakti Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 173 ibu rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, dan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan bahwa 63,58% responden mengalami hipertensi, 61,3% memiliki status gizi normal, dan 75,72% mengalami stres sedang. Hasil bivariat menunjukkan bahwa status gizi tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi (p=0,796), sedangkan tingkat stres berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p=0,007; OR=3,076). Sehingga disimpuilkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada ibu rumah tangga di Desa Pakuan Sakti. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,007 (p < 0,05). Disarankan kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk menerapkan pola hidup sehat, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin guna mencegah hipertensi