Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah gizi yang memerlukan perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan prestasi belajar. upaya pencegahan anemia adalah melalui pengembangan pangan fungsional yang memanfaatkan bahan pangan lokal kaya zat besi dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima kombinasi permen jelly bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan jeruk manis (Citrus sinensis L.) sebagai alternatif pangan untuk pencegahan anemia remaja putri. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat formulasi permen jelly berdasarkan variasi perbandingan sari bayam merah dan sari jeruk manis. Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji hedonik. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk skor dan persentase tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 246 (20 mL sari jeruk manis tanpa penambahan sari bayam merah) memperoleh tingkat daya terima tertinggi dengan persentase keseluruhan sebesar 75,1% (kategori suka). Formulasi 369 (10 mL sari bayam merah dan 10 mL sari jeruk manis) memperoleh persentase daya terima sebesar 71,9% dan juga termasuk kategori suka. Meskipun formulasi tanpa bayam merah paling disukai, kombinasi bayam merah dan jeruk manis masih dapat diterima oleh panelis serta berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang mengombinasikan sumber zat besi dan vitamin C dalam mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kesukaan panelis terhadap permen jelly sari bayam merah dan jeruk manis pada berbagai formulasi.