Fa'ahakhododo Halawa
Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (Setia) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gereja Tanpa Doktrin dalam Perspektif Reformed: Tantangan Terhadap Iman dan Otoritas Firman di Era Post-Truth Fa'ahakhododo Halawa; Moritan Lambei
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i2.316

Abstract

Era post-truth yang ditandai dengan melemahnya kebenaran objektif, di mana emosi, opini pribadi, dan relativisme lebih diprioritaskan daripada kebenaran yang bersumber dari wahyu Allah. Akibatnya tak jarang gereja mulai anti dan memisahkan diri dari pengajaran doktrin iman Kristen kerena baginya tidak relevan lagi di zaman ini. Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gereja mulai kehilangan pengajaran doktrin dalam perspektif teologi Reformed serta implikasinya terhadap keutuhan iman dan otoritas Firman Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang berfokus pada pengumpulan, penelaahan, dan analisis kritis terhadap berbagai literatur yang relevan, dengan tujuan untuk membangun landasan teoretis dan ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa gereja yang tidak lagi mengajarkan doktrin akan mengalami krisis degradasi yang serius karena kehilangan fondasi doktrin yang menjadi penopang iman dan arah kehidupan rohani. Doktrin tidak hanya dipahami sebagai kumpulan ajaran sistematis, tetapi sebagai wujud ketaatan terhadap otoritas Alkitab dan ekspresi iman yang hidup. Gereja perlu kembali kepada pengajaran doktrin yang Alkitabiah dan historis supaya memiliki daya tahan terhadap pengaruh dunia yang mudah menyesatkan. Akhirnya doktrin menjadi fondasi utama gereja untuk mempertahankan identitasnya, menjaga kemurnian iman, dan menghadirkan kebenaran yang  absolut dan sejati.