Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi pengembangan infrastruktur pendidikan AI: Kesiapan sekolah menengah atas atau kejuruan di Kabupaten Manggarai Barat Elisabet Oktaviani Hanggu; Ludgardis Deliman
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 1 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.94404

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant opportunities and challenges to the education sector, particularly in regions with limited infrastructure. This study aims to analyze the readiness of AI-supporting infrastructure in senior high schools and vocational schools (SMA/SMK) in West Manggarai Regency, focusing on the availability of facilities and infrastructure, the preparedness of human resources, and the challenges and strategies for AI implementation in education. This research employed a qualitative descriptive approach and was conducted in six SMA/SMK located in Labuan Bajo city and Lembor District. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and were analyzed thematically using the Miles and Huberman model. The findings indicate a significant disparity in AI infrastructure readiness between schools in Labuan Bajo and those in Lembor District. Schools in Labuan Bajo demonstrate relatively adequate digital infrastructure, competent human resources, and strong institutional support. In contrast, schools in Lembor face limitations in digital facilities, internet access, and teachers' AI-related competencies. The study concludes that successful AI integration in education requires equitable infrastructure development, continuous teacher capacity building, supportive school leadership, and strong collaboration between government, schools, and higher education institutions.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRAKTIK UPSELLING OLEH KARYAWAN FOOD AND BEVERAGE SERVICE DI LABUAN BAJO Elisabet Oktaviani Hanggu; Yellysha Indri Cahyani Sanus
Pringgitan Vol 7, No 1 (2026): Pringgitan
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/prg.v7i1.1269

Abstract

Upselling merupakan salah satu strategi penjualan yang banyak diterapkan pada industri hospitality untuk meningkatkan nilai transaksi pelanggan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan restoran. Namun, keberhasilan penerapan upselling tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja karyawan food and beverage service. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan upselling serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya pada restoran-restoran di Labuan Bajo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada delapan restoran di Labuan Bajo dengan melibatkan 16 informan yang terdiri atas manajer, supervisor, waiter, dan waitress. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik upselling telah diterapkan di seluruh restoran dengan menawarkan menu premium, menu best seller, makanan dan minuman tambahan, serta dessert sesuai dengan preferensi pelanggan. Meskipun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya konsisten, terutama pada saat restoran berada dalam kondisi ramai. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan upselling meliputi dukungan manajemen, product knowledge, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri karyawan. Dukungan manajemen diwujudkan melalui briefing, penerapan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan, dan pemberian reward. Sementara itu, penguasaan produk, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan waiter dan waitress dalam menawarkan produk kepada pelanggan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola restoran dalam meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan serta penguatan budaya pelayanan yang berorientasi pada peningkatan penjualan dan kepuasan pelanggan.