Elisabet Janul
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The effect of mind mapping-based learning model on listening skills Elisabet Janul
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.76763

Abstract

Several skills need to be mastered in the 21st century, one of which is communication. Good and correct communication will be formed if an individual masters four important language components. These components are listening, speaking, reading, and interrelated writing skills. This study tried to reveal the results of students' listening skills by using mind-mapping media during classroom learning. The approach used in this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this research are observation, interview, and documentation. The subjects of this study were homeroom teachers and elementary school students. Data analysis techniques include data reduction, data display, and data verification. The research results show that using creative and innovative models can develop students' language skills. Learning media using mind-mapping media has improved students' listening skills. Of course, various efforts will continue to be made to create a 21st-century generation skilled in communicating properly and correctly.   Abstrak Terdapat beberapa keterampilan yang perlu dikuasai dimiliki di abad 21, salah satunya yaitu komunikasi. Komunikasi yang baik dan benar akan terbentuk jika seorang individu menguasai empat komponen penting dalam berbahasa. Komponen tersebut yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang saling berkaitan satu sama lain. Pada penelitian ini mencoba mengungkapkan hasil keterampilan menyimak peserta didik dengan menggunakan media mind mapping saat pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru wali kelas dan peserta didik sekolah dasar. Teknik analisis data meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitan menunjukkan bahwa penggunakan model yang kreatif dan inovatif dapat mengembangkan keterampilan berbahasa peserta didik. Penggunaan media pembelajaran menggunakan media mind mapping telah terbukti dapat meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik. Tentunya berbagai upaya akan terus dilakukan supaya mencapai target menciptakan generasi abad 21 yang terampil berkomunikasi dengan baik dan benar. Kata Kunci: keterampilan menyimak; model pembelajaran berbasis proyek; sekolah dasar
The contribution of project-based learning to improve basic literacy at junior high school Elisabet Janul; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66018

Abstract

Collaboration is one of the skills needed in the 21st century. Santa Angela Middle School responded to this demand by designing a collaborative project between subjects. This research aims to analyze the contribution of collaboration projects between subjects to developing students' literacy skills. Based on the results of observations and interviews, the collaborative learning model has a major contribution to the development and mastery of students' basic literacy. This is possible because students can learn several subjects in the collaboration model between students in one project. This approach pattern allows students to be trained to analyze, understand, and find solutions to every problem encountered in everyday life. Collaborative projects provide opportunities for students to collaborate with peers. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. This research shows that collaborative projects between subjects contribute to students' literacy skills. Through collaborative learning activities between subjects of various types, students' basic literacy skills experience significant changes and improvements. This happens because, in the collaborative learning process between subjects, students must have more reading comprehension by looking for important information related to the discussed topic.   Abstrak Kolaborasi merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan diabad 21. Sekolah Santa Angela menjawab kebutuhan ini dengan mendesain proyek kolaborasi antar mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi proyek kolaborasi antar mata pelajaran terhadap pengembangan kemampuan literasi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara model pembelajaran kolaborasi memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan dan penguasaan literasi dasar peserta didik. Hal ini dimungkinkan karena dalam model kolaborasi antar mata pelajaran, peserta didik dapat belajar beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Pola pendekatan ini memungkinkan peserta didik dilatih untuk menganalisis, memahami dan menemukan solusi dari setiap persoalan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Proyek kolaborasi memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjalin kerja sama dengan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyek kolaborasi antar mata pelajaran memberi kontribusi terhadap kemampuan literasi peserta didik. Melalui kegiatan pembelajaran kolaborasi antara mata pelajaran berbagai jenis kemampuan literasi dasar peserta didik mengalami perubahan dan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran peserta didik dituntut untuk lebih banyak membaca pemahaman dengan mencari informasi-informasi penting yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Kata Kunci: literasi; pembelajaran berbasis proyek; pembelajaran kolaborasi
Development of Heron’s cooperative inquiry model to improve narrative writing skills Elisabet Janul; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.77150

Abstract

This study aims to develop and implement a cooperative inquiry-based learning model to enhance elementary school students' narrative writing skills and creativity. The model is based on the Cooperative Inquiry theory, emphasizing collaboration, reflection, communication, and shared experiences among learners. This approach encourages active student engagement, enabling them to create knowledge and reflect on their learning experiences collaboratively. The study employed a mixed-methods approach, integrating quantitative and qualitative data. The research subjects were fifth-grade students from an elementary school in Bandung, Indonesia. Data were collected through pre-tests, post-tests, interviews, questionnaires, and observations to understand the model's impact comprehensively. The results revealed that the EIDCP (Experience, Interpreting, Discuss/Dialog, Co-create, Publish/Presentation) learning model significantly improved students' narrative writing skills and creativity. Furthermore, this model effectively strengthened students' collaboration skills, enhanced learning motivation, and fostered a more dynamic and participatory learning environment. Based on these findings, the cooperative inquiry-based learning model is recommended for broader implementation at the elementary school level as an effective strategy to enhance students’ literacy and creativity while supporting the development of their social skills.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif berbasis inkuiri guna meningkatkan keterampilan menulis narasi dan kreativitas peserta didik sekolah dasar. Model ini didasarkan pada teori Inkuiri Kooperatif yang menekankan kolaborasi, refleksi, komunikasi, dan pengalaman bersama di antara peserta didik. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memungkinkan mereka secara bersama-sama menciptakan pengetahuan serta merefleksikan pengalaman belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V di sebuah sekolah dasar di Bandung, Indonesia. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, wawancara, kuesioner, dan observasi untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai dampak penerapan model ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis siklus EIDCP (Experience, Interpreting, Discuss/Dialog, Co-create, Publish/Presentation) secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis narasi dan kreativitas peserta didik. Selain itu, model ini juga terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan kolaborasi peserta didik, meningkatkan motivasi belajar, dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan partisipatif. Berdasarkan temuan ini, model pembelajaran kooperatif berbasis inkuiri disarankan untuk diterapkan secara luas di tingkat sekolah dasar sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi dan kreativitas peserta didik, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial mereka. Kata Kunci: menulis narasi; pembelajaran berbasis inkuiri; pembelajaran kooperatif