Tyrone O. Gil Jr.
University of the Philippines

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Accelerating gifted Filipino children: Considerations and challenges Tyrone O. Gil Jr.
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90035

Abstract

This study underscores the importance of nurturing intellectually advanced Filipino youth as a catalyst for national development and innovation. It addresses the underutilization of gifted education in the Philippines, shaped by cultural, socio-economic, and systemic challenges. The objective is to evaluate the effectiveness of academic acceleration strategies and examine how gifted students and their families perceive them. Using a systematic literature review, policy analysis, and theoretical frameworks, the study investigates methods such as subject-based acceleration, grade skipping, early entrance, curriculum compacting, telescoping, and radical acceleration. Findings indicate that these approaches foster not only academic achievement but also socio-emotional benefits, including greater satisfaction, stronger self-concept, and reduced disengagement. The research challenges misconceptions that acceleration harms students, showing instead that obstacles stem from weak policies, insufficient teacher training, and inconsistent practices. The paper concludes that a paradigm shift is necessary through culturally sensitive identification, stronger policies, and sustained support to maximize the potential of gifted learners.    Abstrak Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan anak-anak berbakat intelektual di Filipina sebagai penggerak pembangunan nasional dan inovasi. Isu utama yang diangkat adalah masih kurangnya pemanfaatan pendidikan bagi anak berbakat akibat kendala budaya, sosial-ekonomi, dan sistemik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas strategi percepatan akademik serta memahami persepsi murid berbakat dan keluarganya terhadap pendekatan tersebut. Melalui tinjauan pustaka sistematis, analisis kebijakan, dan penerapan kerangka teoretis, penelitian ini mengkaji berbagai metode, seperti percepatan berbasis mata pelajaran, loncat kelas, masuk sekolah lebih awal, pemadatan kurikulum, telescoping, dan percepatan radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini tidak hanya meningkatkan capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat sosial-emosional, seperti kepuasan belajar, penguatan konsep diri, dan berkurangnya kejenuhan. Penelitian ini menantang anggapan bahwa percepatan merugikan murid, dengan menegaskan bahwa hambatan justru muncul dari lemahnya kebijakan, kurangnya pelatihan guru, dan praktik yang tidak konsisten. Kesimpulannya, diperlukan perubahan paradigma melalui identifikasi yang peka budaya, kebijakan yang lebih kuat, serta dukungan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi murid berbakat. Kata Kunci: akselerasi; anak berbakat Filipina; pendidikan anak berbakat; strategi akselerasi
Gifted education: A survey on the theories and models of giftedness Tyrone O. Gil Jr.
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.140

Abstract

This paper explores the multifaceted landscape of gifted education, underpinned by diverse theoretical models that seek to define, identify, and nurture giftedness in individuals. The primary objective is to synthesize and critically examine these models, providing a comprehensive understanding of their historical context, key components, criticisms, and implications for educational practice. Through a systematic review of literature, the paper analyzes prominent theories and models, including those proposed by Lewis Terman, Francoys Gagné, Joseph Renzulli, Robert Sternberg, Howard Gardner, J.P. Guilford, George Betts, and Donald Treffinger and Edwin Selby. The findings reveal a rich array of perspectives on giftedness, moving from singular definitions to more nuanced understandings that encompass various domains, and highlight the importance of considering cognitive, creative, practical, and socio-emotional factors. The paper concludes by emphasizing the need for judicious application of these diverse theories and models to foster the potential of gifted learners and guide educators, policymakers, and parents in creating supportive learning environments.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi lanskap pendidikan berbakat yang multifaset, didasarkan pada berbagai model teoretis yang berusaha untuk mendefinisikan, mengidentifikasi, dan mengembangkan bakat pada individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mensintesis dan secara kritis mengkaji model-model ini, memberikan pemahaman komprehensif tentang konteks sejarah, komponen kunci, kritik, dan implikasinya untuk praktik pendidikan. Melalui tinjauan sistematis terhadap literatur, makalah ini menganalisis teori dan model terkemuka, termasuk yang diusulkan oleh Lewis Terman, Francoys Gagné, Joseph Renzulli, Robert Sternberg, Howard Gardner, J.P. Guilford, George Betts, serta Donald Treffinger dan Edwin Selby. Hasil temuan menunjukkan beragam perspektif tentang bakat, bergerak dari definisi tunggal ke pemahaman yang lebih halus yang mencakup berbagai domain, dan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor kognitif, kreatif, praktis, dan sosial-emosional. Penelitian ini diakhiri dengan menekankan perlunya penerapan yang bijaksana dari berbagai teori dan model ini untuk memfasilitasi potensi pelajar berbakat dan membimbing pendidik, pembuat kebijakan, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Kata Kunci: bakat; pelajar berbakat; pendidikan berbakat; pengembangan bakat