Teaching methods should be evaluated regularly to adapt to students' needs. This study aims to evaluate the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in mathematics subjects using the CIPP model at SMP Santa Angela Bandung. The research employs both qualitative and quantitative methods. Evaluation results from implementing PjBL in mathematics education using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model indicate that PjBL is effective in improving the quality and outcomes of mathematics learning. In the context aspect, the preparation of teaching modules and problem design has been developed in alignment with students’ needs and learning objectives. Regarding input, the PjBL implementation is supported by competent teachers and adequate learning facilities. In the process aspect, learning activities demonstrate active student engagement, the systematic application of PjBL syntax, and the teacher’s effective role as a facilitator, guiding and providing feedback. In terms of product outcomes, the implementation of PjBL has improved learning outcomes and fostered 21st-century skills, including critical thinking, communication, collaboration, and creativity. The study also concludes that PjBL has a significant effect on collaboration, communication, critical thinking, and creativity skills. Abstrak Metode pembelajaran perlu dievaluasi secara berkala supaya dapat mengikuti kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Project-Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran matematika menggunakan model CIPP di SMP Santa Angela Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil evaluasi penerapan Project Based Learning PjBL pada pembelajaran matematika kelas VIII SMP Santa Angela Bandung melalui model Context, Input, Process, Product (CIPP) menunjukkan bahwa penerapan PjBL dapat dikategorikan efektif dalam meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran matematika. Dari aspek context, penyusunan modul ajar dan desain masalah telah disusun secara relevan dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran. Dari aspek input, pelaksanaan PjBL didukung oleh guru yang kompeten dan fasilitas pembelajaran yang memadai. Dari aspek process, kegiatan belajar menunjukkan adanya keterlibatan aktif siswa, penerapan sintaks PjBL yang sistematis, serta peran guru sebagai fasilitator yang efektif dalam membimbing dan memberikan umpan balik. Sementara itu, dari aspek product, penerapan PjBL berhasil meningkatkan hasil belajar serta mengembangkan keterampilan abad 21, meliputi kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Penelitian juga menyimpulkan bahwa PjBL berpengaruh terhadap kemampuan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis dan kreativitas. Kata Kunci: CIPP; evaluasi; project-based learning