Tanaman tomat, cabai, dan kembang kol merupakan komoditas hortikultura strategis yang rentan terhadap serangan berbagai hama utama seperti kutu kebul, thrips, Plutella xylostella dan kutu daun. Pengendalian masih bergantung pada pestisida sintetis yang dilaporkan menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resistensi hama, resurjensi, pencemaran lingkungan, serta residu berbahaya sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Ekstrak tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung senyawa aktif nikotin, alkaloid, flavonoid, dan saponin berpotensi sebagai pestisida nabati karena terbukti efektif menekan populasi dan kerusakan akibat serangan hama pada tanaman Solanaceae dan Brassicaceae, sehingga berpeluang mendukung sistem budidaya hortikultura berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan dan Praktikum Hortikultura, Politeknik Negeri Lampungpada bulan Juni hingga November 2025 dengan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tomat Gustavi F1, cabai Kopay, kembang kol East West Seed PM 3000 serta daun tembakau yang dikeringkan. Sebanyak 250 gram daun tembakau kering direndam dalam 5 liter air selama 24 jam. Pengaplikasian dilakukan dengan 250 ml air rendaman daun tembakau dicampurkan kedalam 5 liter air dan diaplikasikan dua kali seminggu. Pengamatan dilakukan dengan menghitung populasi hama dan intensitas kerusakan akibat serangan hama. Pengaplikasian pestisida nabati berbahan daun tembakau efektif menurunkan intensitas kerusakan pada daun tanaman cabai sebesar 35,30%, pada tanaman tomat sebesar 68,93% dan pada tanaman kembang kol sebesar 46%. Oleh sebab itu, pemanfaatan ekstrak tembakau berpotensi menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.