Kelapa sawit (Elaies guineensis Jcq.) adalah komoditas strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Praktik budidaya yang intensif pada perkebunan kelapa sawit berdampak negatif terhadap lingkungan seperti degradasi tanah, erosi, dan penurunan biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tanaman penutup tanah dalam mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dikaji bersumber dari database ilmiah antara tahun 2015-2025 dengan fokus pada pengelolaan gulma, peningkatan kesuburan tanah, dan konservasi lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman penutup tanah dari famili Leguminosae seperti Mucuna bracteta, Prueria javanica, dan Centrosema pubescens berperan signifikan dalam menekan pertumbuhan gulma melalui kompetisi cahaya, pelepasan senyawa allelopati, dan penyediaan habitat predator alami. Selain itu, tanaman penutup tanah juga terbukti meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, peningkatan bahan organik, dan aktivitas mikroba yang memperbaiki struktur tanah dan retensi air. Penanaman tanaman penutup tanah juga dlaporkan mampu mengurangi laju erosi, meningkatkan infiltrasi, dan menjaga kelembaban tanah. Namun, implementasi lapangan masih menghadapi masalah teknis dan sosial ekonomi seperti kompetisi hara, biaya awal tinggi, dan pengetahuan petani yang kurang. Secara kesuluruhan, penggunaan tanaman penutup tanah terbukti mendukung prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan membantu dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomer 13 dan 15. Studi ini merekomendasi integrasi teknologi digital untuk mendukung sistem perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.