Pengendalian hama secara terpadu, atau yang sering disebut dengan Integrated Pest Management (IPM), merupakan pendekatan holistic (menyeluruh) yang dimanfaatkan untuk mengendalikan hama secara efektif, dengan mengkombinasikan berbagai strategi, namun tetap meminimalkan pengaruh terhadap lingkungan dan biaya secara ekonomi. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pendeteksian awal hama serangga dalam konteks IPM adalah pemanfaatan tabel hidup serangga. Penyusunan tabel hidup hama kepik renda (Vatiga illudens Drake 1922) merupakan hal yang penting, namun belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tabel hidup hama kepik renda yang akan digunakan sebagai dasar IPM. Sebanyak 8 (delapan) aksesi tanaman singkong yang dikoleksi dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas digunakan sebagai inang hama kepik renda di Laboratorium Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Parameter yang diteliti meliputi jumlah individu V.illudens pada berbagai stadium, mortalitas, jumlah rata-rata individu pada kelompok umur x, jumlah individu yang hidup pada kelompok umur x, harapan hidup pada setiap aksesi inang tanaman, keperidian (fekunditas), dan faktor lingkungan (suhu dan kelembapan udara) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi tiap stadia hama V. illudens terus meningkat selama satu siklus hidupnya. Aksesi asal koleksi dan hari berpengaruh terhadap perkembangan populasi hama V. illudens. Semakin tinggi suhu dan kelembaban udara, penyebaran hama akan meningkat. Hama V. illudens memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong sayur yang berasal dari Kecamatan Gumelar dan tidak memiliki kesesuaian terhadap tanaman singkong variegata yang berasal dari Kecamatan Sumbang.