Vernanda Hani Pradana Sakti
Politeknik Negeri Jember, Jl. Mastrip, Krajan Timur, Sumbersari, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68121

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Bakteri Simion Sayap sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Rebah Semai (Sclerotium rolfsii) Pada Tanaman Kedelai secara In Vitro: Potential of Termite Symbiotic Bacteria as Biological Control Agents for Seedling Damping-Off Disease (Sclerotium Rolfsii) in Soybean Plants In Vitro Vernanda Hani Pradana Sakti; Ardeva Duta Widura; Achmad Diva Maulana; Zattury Alda Wiya; Risma Azizatur Rofiqoh; Trisnani Alif; Gallyndra Fatkhu Dinata
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri simbion rayap memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri simbion rayap sebagai agens hayati pengendali penyakit rebah semai (Sclerotium rolfsii) pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium perlindungan tanaman, laboratorium biosains dan kebun inovasi Politeknik Negeri Jember selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali yaitu : P1 patogen Sclerotium rolfsii (S. rolfsii) sebagai kontrol negatif, P2: patogen S. rolfsii dengan IR1A1, P3: patogen S. rolfsii dengan IR1A4, P4: patogen S. rolfsii dengan IR1A6, P5: patogen S. rolfsii dengan dengan IR4D2, dan P6: patogen S. rolfsii terhadap kontrol positif fungisida berbahan aktif Piraklostrobin dengan dosis 0,25ml/l. Tahap penelitian yaitu dimulai dari isolasi bakteri simbion rayap, uji skrining antagonis, uji hipersensitif dan uji antagonis secara in vitro. Dari hasil pengujian empat isolat menunjukkan kemampuan menghambat patogen S.rolfsii. Isolat tersebut adalah IR1A1, IR1A4, IR1A6, dan IR4D2. Penghambatan S.rolfsii berkisar antara 28,97-95,79% secara in vitro. Isolat bakteri paling efektif menekan patogen dan mampu melampaui perlakuan fungisida adalah isolat IR1A6 yang memiliki penghambatan hingga 95,79%.