Shulthoni Karim Nasution
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekontruksi Pemahaman Hadis Akidah dan Etika Berbasis Asbab Al-Wurud Dalam Bingkai Moderasi Beragama Shulthoni Karim Nasution
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 6, No 1 (2026): Journal of Hadith and Prophetic Tradition
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena radikalisme dan intoleransi beragama di era digital semakin mengkhawatirkan akibat maraknya pembacaan teks keagamaan secara parsial dan a-historis. Kemudahan akses terhadap literatur hadis sering kali tidak dibarengi dengan perangkat metodologis yang memadai, sehingga melahirkan pemahaman teologis yang kaku, eksklusif, dan rentan menyalahkan kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi pemahaman hadis-hadis akidah dan etika melalui pendekatan Asbab al-Wurud sebagai upaya membangun landasan teologis yang kuat bagi pluralisme dan moderasi beragama. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), studi ini menganalisis data dari Kutub al-Sittah dan kitab syarah yang relevan, kemudian dibedah menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan sosio-historis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Aplikasi Asbab al-Wurud merupakan instrumen vital untuk membedakan pesan universal dan partikular dalam hadis, guna menghindari generalisasi hukum yang keliru; (2) Kontekstualisasi hadis tentang interaksi Nabi dengan pemuda Yahudi menegaskan bahwa perbedaan teologis tidak menjadi penghalang bagi etika sosial yang inklusif dan humanis; (3) Kritik Nabi terhadap sahabat yang beribadah secara ekstrem menjadi dalil otentik bahwa moderasi (wasatiyyah) dan keseimbangan (tawazun) adalah inti dari Sunnah, bukan sekadar pelengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian konteks wurud dalam studi hadis mampu mendekonstruksi narasi radikal dan sangat relevan untuk merawat harmoni sosial dalam masyarakat majemuk.