Perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis akibat globalisasi, digitalisasi, perkembangan teknologi, serta meningkatnya tuntutan para pemangku kepentingan telah mendorong organisasi untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan finansial, tetapi juga pada keberlanjutan perusahaan (company sustainability). Dalam perspektif Strategic Human Resource Management (SHRM), keberhasilan organisasi dalam mempertahankan keberlanjutan bisnis sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan sumber daya manusia sebagai aset strategis perusahaan. Dua praktik SHRM yang memiliki kontribusi penting terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah work design dan job analysis. Desain pekerjaan yang baik memungkinkan karyawan memperoleh kejelasan mengenai tugas, tanggung jawab, otonomi kerja, variasi keterampilan, serta makna pekerjaan yang mereka lakukan. Sementara itu, analisis pekerjaan memberikan dasar bagi organisasi dalam menentukan spesifikasi pekerjaan, kompetensi, sistem rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan pengembangan karier. Kedua praktik tersebut diyakini mampu meningkatkan employee engagement, yaitu kondisi psikologis ketika karyawan memiliki semangat, dedikasi, dan keterlibatan tinggi terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual mengenai pengaruh work design dan job analysis terhadap company sustainability melalui employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan terutama pada periode 2021–2025. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, evaluasi, sintesis, dan integrasi hasil penelitian terdahulu sehingga diperoleh hubungan konseptual antarvariabel yang komprehensif. Berdasarkan hasil sintesis literatur, penelitian ini mengembangkan tujuh hipotesis yang terdiri atas lima pengaruh langsung dan dua pengaruh tidak langsung. Hasil kajian menunjukkan bahwa work design dan job analysis memiliki potensi meningkatkan employee engagement sekaligus berkontribusi langsung terhadap company sustainability. Selain itu, employee engagement diperkirakan memediasi hubungan antara kedua praktik SHRM tersebut dengan keberlanjutan perusahaan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori SHRM sekaligus menjadi dasar bagi penelitian empiris pada masa mendatang.