Perubahan lingkungan organisasi yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, globalisasi, serta tuntutan tata kelola yang baik mendorong organisasi untuk menerapkan praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang lebih strategis. Perencanaan sumber daya manusia menjadi fondasi dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan tujuan organisasi, sedangkan dukungan pemerintah berperan sebagai faktor eksternal yang memengaruhi efektivitas implementasi kebijakan sumber daya manusia. Di sisi lain, rekrutmen pegawai merupakan proses strategis yang menjembatani kebutuhan organisasi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasi. Artikel ini bertujuan membangun model konseptual serta merumuskan tujuh hipotesis penelitian mengenai hubungan antara Perencanaan Sumber Daya Manusia, Dukungan Pemerintah, Rekrutmen Pegawai, dan Kinerja Organisasi melalui pendekatan studi literatur (systematic literature review). Penelitian ini tidak menggunakan data empiris, melainkan mengintegrasikan berbagai teori serta hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir sebagai dasar pengembangan hipotesis. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional maupun internasional yang membahas hubungan antarvariabel penelitian. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, evaluasi, sintesis, dan interpretasi terhadap hasil penelitian sebelumnya. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa perencanaan SDM memiliki hubungan positif dengan rekrutmen pegawai dan kinerja organisasi. Dukungan pemerintah juga berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas rekrutmen maupun kinerja organisasi melalui kebijakan, regulasi, pendanaan, dan fasilitasi kelembagaan. Rekrutmen pegawai dipandang sebagai mekanisme strategis yang menjembatani pengaruh kedua variabel independen terhadap kinerja organisasi. Berdasarkan hasil sintesis tersebut berhasil dirumuskan lima hipotesis pengaruh langsung dan dua hipotesis pengaruh tidak langsung sebagai dasar penelitian empiris pada masa mendatang