Diabetes mellitus adalah suatu kondisi dengan tanda meningkatnya kadar glukosa darah serta gangguan metabolisme yang mengakibatkan terjadinya kerusakkan pada berbagai organ antara lain pembuluh darah, saraf, ginjal dan mata. Diabetes mellitus dapat dievaluasi dengan pemeriksaan hemoglobin terglikasi (HbA1c). Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kontrol glukosa darah, salah satunya adalah rasio antara trigliserida dengan kolesterol HDL. Rasio tersebut sensitif untuk mengetahui masalah resistensi insulin. Studi ini bertujuan untuk menganalisis asosiasi antara rasio trigliserida/kolesterol HDL dengan HbA1c pada pasien DM tipe 2. Studi ini memakai desain potong silang dan mengunakan data rekam medis dari 90 responden DM tipe 2 yang berobat di rumah sakit umum daerah dr. Soekardjo kota Tasikmalaya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji fisher exact digunakan untuk analisis data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Mayoritas responden berusia >45 tahun dan didominasi oleh perempuan, Indeks masa tubuh mayoritas obesitas, menderita DM tipe 2 >5 tahun, mayoritas responden memiliki komorbid, tidak merokok, dan tidak melakukan aktivitas fisik. Mayoritas responden memiliki rasio trigliserida/kolesterol HDL ≥3, memiliki kadar HbA1c dengan tingkat kontrol glikemik buruk. Hasil uji Fisher exact antara rasio trigliserida/kolesterol HDL dengan HbA1c memperlihatkan tidak terdapat asosiasi yang signifikan dengan nilai p=0,581. Studi ini memperlihatkan tidak terdapat asosiasi bermakna antara rasio trigliserida/kolesterol HDL dengan HbA1c pada subjek DM tipe 2. trigliserida/kolesterol HDL dengan HbA1c memperlihatkan tidak terdapat asosiasi yang signifikan dengan nilai p=0,581. Studi ini memperlihatkan tidak terdapat asosiasi bermakna antara rasio trigliserida/kolesterol HDL dengan HbA1c pada subjek DM tipe 2.