Imelda Yunitra
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU PADA PASIEN INFERTILITAS DENGAN PROGRAM INSEMINASI: PRESENTASI ATYPICAL DAN TANTANGAN KLINIS Hervi Wiranti; Imelda Yunitra
Jurnal Akta Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v3i1.24128

Abstract

Kehamilan ektopik merupakan kondisi kehamilan yang terjadi ketika embrio berimplantasi di luar kavum uteri. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa. Kehamilan ektopik merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal pada trimester pertama. Gejala klasik berupa amenore, perdarahan pervaginam dan nyeri abdomen. Namun variasi keluhan kehamilan ektopik atau tidak ada faktor risiko yang khas dapat mempersulit evaluasi dan diagnosis kondisi ini. Diagnosis penunjang didasarkan pada pemeriksaan serial β-hCG yang dikombinasikan dengan ultrasonografi transvaginal. Deteksi dini dan tatalaksana yang tepat dapat membantu menurunkan komplikasi maternal dan mengoptimalkan luaran reproduksi. Laporan kasus kali ini tentang seorang pasien wanita, 27 tahun, dengan diagnosis kehamilan ektopik terganggu tanpa gejala klinis yang khas. Pasien dengan riwayat infertilitas primer lima tahun dan telah melakukan inseminasi. Pada pemeriksaan awal didapatkan tes kehamilan positif dan ditemukan kantong kehamilan intrauterine. Pasien kemudian mengalami keluhan bercak darah berulang dan didiagnosis dengan abortus imminens. Pada pemeriksaan fisik  tidak ditemukan tanda kehamilan ektopik klasik yaitu, nyeri perut kantong kehamilan ekstra uterin. Pasien diobservasi dan pada pemeriksaan ultrasound transvaginal, ditemukan adanya cairan bebas di Cavum Douglas. Laporan kasus ini menggambarkan presentasi atipikal dari kehamilan ektopik setelah pasien melakukan inseminasi. Kasus ini memberikan ilustrasi bahwa kehamilan ektopik dapat muncul tanpa gejala klasik.