Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial tersering di rumah sakit, dengan Catheter-Associated Urinary Tract Infection (CAUTI) sebagai penyebab utama morbiditas pada pasien rawat inap. Durasi penggunaan kateter urin yang terlalu lama diketahui meningkatkan risiko kolonisasi bakteri dan pembentukan biofilm, namun pengaruh faktor usia dan jenis kelamin masih belum konsisten dalam berbagai penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan kateter urin dengan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis 88 pasien yang dipasang kateter urin pada periode Januari–Desember 2023. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan karakteristik pasien, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil: Sebagian besar pasien berusia dewasa dan lanjut usia (34,1%), berjenis kelamin perempuan (52,3%), dan menggunakan kateter >3 hari (61,4%). Kejadian ISK ditemukan pada 45,5% pasien. Uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,063) dan jenis kelamin (p=0,697) dengan ISK, namun terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan kateter dan ISK (p<0,001). Kesimpulan: Durasi pemasangan kateter >3 hari berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko ISK pada pasien rawat inap. Faktor usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pembatasan durasi kateterisasi dan penerapan teknik aseptik yang ketat sangat penting untuk mencegah CAUTI di rumah sakit.