Osteoartritis (OA) merupakan penyakit kronis degeneratif yang melibatkan perubahan anatomi dan fisiologis jaringan sendi, seperti kerusakan tulang rawan, perubahan tulang, dan pembentukan osteofit. Prevalensi OA meningkat seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi oleh faktor risiko seperti perilaku sedentari, obesitas, dan cedera sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentari dengan risiko OA pada perempuan pra lansia sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek adalah perempuan pra lansia berusia 45-59 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 45 sampel di Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Perilaku sedentari dinilai menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF) sebagai variabel bebas, sedangkan risiko OA dinilai menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) sebagai variabel tergantung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian perilaku sedentari terdapat 24 orang (53,3%), aktivitas sedang 15 orang (33,3%), dan aktivitas berat 6 orang (13,3%). Hasil penelitian risiko OA didominasi oleh risiko OA sedang berjumlah 23 orang (51,1%), sedangkan risiko OA rendah dan risiko OA tinggi masing-masing berjumlah 11 orang (24,4%). Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,138 (p>0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara perilaku sedentari dengan risiko OA pada perempuan pra lansia.