Agatha Evelyna Candra Widianti
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HEMATOKRIT DAN LEUKOSIT TIDAK BERKORELASI PADA FASE KRITIKAL DEMAM BERDARAH Agatha Evelyna Candra Widianti; Ronald Irwanto Natadidjaja
Jurnal Akta Trimedika Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v3i3.26430

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menyebabkan terjadinya kebocoran plasma pada awal fase kritikal yang termanifestasi dengan peningkatan kadar hematokrit dan penurunan jumlah leukosit. Tidak ditemukan hubungan yang konsisten antara kedua parameter hematologis ini, sehingga perlu dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat apakah terdapat korelasi antara hematokrit dengan leukosit pada DBD. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat korelasi antara kadar hematokrit dan jumlah leukosit pada pasien DBD di awal fase kritikal. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dan dilakukan di RSUD Budhi Asih Jakarta Timur pada November 2025. Sampel diambil secara consecutive non-random sampling dari rekam medis pasien DBD yang dirawat inap dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Dari 102 subjek, median hematokrit 40% (rentang 30–56%) dan median leukosit 3.000/mm³ (rentang 1.300–14.000/mm³). Uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi r = 0,19 dengan nilai p = 0,056, yang mengindikasikan tidak terdapat korelasi antara hematokrit dan jumlah leukosit pada awal fase kritikal DBD. Studi lanjutan perlu dilakukan dengan pemantauan hematokrit dan leukosit secara serial dengan ukuran sampel lebih besar untuk mengonfirmasi hubungan sebab-akibat dan pola perubahan keduanya. Selain itu pengendalian faktor perancu juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kekuatan korelasi.