p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Repositor
Sofyan Arifianto
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Improvisasi Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) Dengan Melakukan Pemetaan S-Box Pada Modifikasi Mixcolumns Dana Putri Harum; Aminudin Aminudin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 1 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v1i2.30391

Abstract

Algoritma kriptografi merupakan salah satu unsur penting dalam pengamanan data. Berbagai improvisasi pengembangan algoritma telah dilakukan untuk mengoptimalisasikan kemanan proses pertukaran dalam suata jaringan data. Efisiensi performa menjadi salah satu pertimbangan penggunaan algoritma tertentu. AES memiliki keamanan super yang hingga saat ini keamanannya hanya dapat ditembus dengan waktu sekitar tahun dan semilyar processor. Kompleksitas keamanan AES sebanding dengan penggunaan penggunaan memori serta waktu yang dibutuhkan untuk memproses enkripsi dan dekripsi data begitu besar. Penelitian ini melakukan modifikasi lookup table sbox dan constant matrix pada mixcolumns. Improvisasi tersebut dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan performa agar menjadi lebih efisien. Pengujian yang dilakukan terhadap penggunaan memori, waktu komputasi serta persentase avalanche effect masing – masing memiliki selisih sebesar 24mb, 18.9 detik, serta peningkatan avalanche effect sebesar 0.92%. berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa performa pada improvisasi AES ini telah mampu meningkatakan performa algoritma dengan mereduksi waktu dan memori serta meningkatkan persentase avalanche effect.
Modifikasi Enkripsi Dan Dekripsi AES Menggunakan Polybius Chiper Dalam Pengamanan Data Shinta Permatasari; Aminudin Aminudin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 1 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v1i2.30392

Abstract

Data merupakan file yang dapat bersifat rahasia sehingga membutuhkan sebuah proses pengamanan data untuk menjaga kerahasiaannya. Kripotgrafi yaitu proses pengamanan data yang dapat digunakan berdasarkan penggunaan algoritma salah satunya AES. AES adalah algoritma modern yang dapat dimodifikasi untuk meningkatkan konfusi dan difusi dalam kriptografi. Kombinasi AES dapat dilakukan menggunakan Polybius yang memiliki sifat difusi kriptografi. Penelitian ini melakukan modifikasi AES menggunakan matriks Polybius berukuran 6x6 dan 10x10 yang dilakukan pada plainteks maupun plainteks dan kunci. Analisa dilakukan berdasarkan tingkat perubahan bit tertinggi yang terdapat pada modifikasi II pada plainteks dan kunci matriks 6x6 yaitu sebesar 51,8% menggunakan uji avalanche effect. Hasil dari AE dibandingkan dengan hasil yang diharapkan menggunakan chi square dengan hasil AES modifikasi dapat meningkatkan AE sebesar 5% dengan taraf nyata 0,05 dan derajat kebebasan 4. Waktu eksekusi diuji pada penelitian dengan hasil AES modifikasi lebih tinggi dibandingkan AES standar dikarenakan kompleksitas dari setiap algoritma berbanding lurus dengan proses waktu enkripsi maupun dekripsi.
Analisa Perbandingan LSB Steganografi Random Color pada Operasi Bilangan Bit XOR Rohsih Hana Sundari; Zamah Sari; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 2 No. 5 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v2i5.30700

Abstract

Steganografi merupakan teknik untuk menyembunyikan keberadaan data ke dalam data lain sehingga keberadaannya tidak diketahui. Sehingga selain pengirim dan penerima tidak ada yang mengetahui isi dari pesan tersebut dan tidak mudah untuk dicurigai[1]. Beberapa algoritma yang cocok dengan teknik steganography, salah satunya yaitu algoritma LSB (Least Significant Bit). Algoritma LSB juga dikembangkan di beberapa penelitian seperti LSB Shifting dan LSB Random Color. LSB Random color merupakan algoritma yang menyisipkan nilai bit ke dalam warna pixel (RGB). Penyisipan pesan ke dalam cover image dilakukan dengan cara perkalian XOR pixel pada bit terakhir warna green dan bit terakhir nilai ASCI dari password. Hasil XOR akan menentukan posisi bit secret image dalam menggantikan nilai bit terakhir pada cover image. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan membandingkan LSB steganografi random color pada operasi bilangan XOR dan tanpa operasi bilangan XOR. Proses menentukan posisi bit secret image pada LSB tanpa XOR akan dilakukan menggunakan nilai ASCII dari password. Pengujian diukur dengan menghitung nilai MSE dan PSNR pada file stegano image. Penelitian ini menggunakan 3 jenis file cover image berwarna dengan jumlah masing-masing file yang berbeda, dan menggunakan 1 file secret image yang sama. Hasil perbandingan membuktikan algoritma LSB random color tanpa XOR memiliki hasil yang lebih baik daripada random color tanpa XOR dengan nilai MSE sebesar 0,44375 dan PSNR sebesar 51,65945 dB, sedangkan random color dengan XOR bernilai MSE sebesar 0,47955 dan PSNR sebesar 51,32245 dB.
Analisa Efisiensi Algoritma Hybrid El Gamal dan Short Range Natural Number pada Keamanan Pesan Berbasis Socket TCP Pitra Nur Dwijayanto Limbong; Aminuddin Aminuddin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 2 No. 10 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v2i10.30887

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dapat berdampak pada keamanan digital. Pengiriman pesan singkat merupakan salah satu pengimplementasian pada era digital. Pengirman pesan sangat berdampak pada keamanannya. Kriptografi dibutuhkan dalam proses pengamanan pesan. Penelitian ini menguji algoritma Hybrid (El Gamal SRNN) yang merupakan hasil improvisasi dari penelitian sebelumnya. Algoritma Hybrid akan dianalisa efisiensinya dalam segi performa dan keamanannya. Efisiensi performa meliputi tiga hal yaitu waktu proses pembangkitan kunci, waktu proses enkripsi dan waktu proses dekripsi. Efisiensi keamanan akan diuji menggunakan serangan kombinasi baby step-giant step dan factorization attack. Algoritma Hybrid dirancang menggunakan inputan bilangan prima yang akan menghasilkan kunci public dan privat tambahan hasil dari bilangan acak variable u dan a yang akan menghasilkan masing-masing kunci publik (y, g, pEL, n, e, ua) dan kunci privat (x, pEL, d, a, u). Penambahan variable kunci privat dan public ini dimaksudkan agar keamanan dari algoritma ini lebih baik dan sulit untuk dipecahkan. Performa algoritma Hybrid yang diajukan lebih buruk dari segi pembangkitan kunci, waktu enkripsi dan dekripsi yang mana waktu yang diperlukan masing-masing adalah 1.429, 1.407, 1.516 lebih lambat dari algoritma Hybrid (El Gamal RSA). Pengujian keamanan menunjukkan bahwa algoritma Hybrid (El Gamal SRNN) yang diajukan lebih baik ketimbang algoritma Hybrid (El Gamal RSA) dilihat dari waktu eksekusi yang masih belum ditemukan variable u dan a belum bisa dipecahkan.
Improvisasi Algoritma RSA Menggunakan Generate Key ESRKGS pada Instant Messaging Berbasis Socket TCP Gadhing Putra Aditya; Aminuddin Aminuddin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 2 No. 11 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v2i11.30959

Abstract

Socket TCP adalah abstraksi yang digunakan aplikasi untuk mengirim dan menerima data melalui koneksi antar dua host dalam jaringan komputer. Jaringan yang biasa kita gunakan bersifat publik yang sangat rentan akan penyadapan data. Masalah ini dapat teratasi dengan menggunakan algoritma kriptografi pada socket TCP, salah satunya menggunakan algoritma RSA. Tingkat keamanan algoritma RSA standar memiliki celah keamanan pada kunci publik ataupun privat yang berasal dari inputan 2 bilangan prima saat pembangkitan kunci, begitupun dengan algoritma improvisasi RSA meskipun menggunakan 4 bilangan prima akan tetapi mulai dari pembangkitan kunci hingga dekripsi memiliki proses yang sama persis dengan RSA standar sehingga tingkat keamanan dari kedua algoritma tersebut sama – sama kurang aman meskipun jumlah bilangan prima dari algoritma improvisasi RSA lebih banyak dari RSA standar. Peningkatan keamanan dapat dilakukan dengan memodifikasi algoritma RSA dengan menggunakan ESRKGS (Enhanced and Secured RSA Key Generation Scheme). ESRKGS RSA memiliki kelebihan yang utama pada segi keamanannya. ESRKGS RSA secara total memodifikasi algoritma RSA terutama pada bagian pembangkitan kunci dan diklaim mempunyai performa lebih cepat dari algoritma improvisasi RSA yang sama – sama menggunakan 4 bilangan prima dan tentunya lebih aman dari serangan known plaintext attack dan fermat factorization attack yang akan penulis gunakan untuk pengujian keamanan pada penelitian ini. Hasil pengujian performa waktu pembangkitan kunci dengan panjang bit 256 bit, 512 bit, dan 1024 bit serta untuk proses enkripsi dan dekripsi panjang karakter yang digunakan adalah 100, 250, dan 400 menunjukkan bahwa algoritma ESRKGS RSA lebih baik dibandingkan algoritma improvisasi RSA. Pengujian kemanan menggunakan known plaintext attack dan fermat factorization attack menunjukkan bahwa algoritma ESRKGS RSA lebih baik dibandingkan algoritma RSA standar dan improvisasi RSA.
Implementasi Tanda Tangan Digital menggunakan ECDSA (Studi Kasus: Jurnal Tipe File pdf) Nabilah Arwah; Aminuddin Aminuddin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 3 No. 3 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v3i3.31069

Abstract

Perkembangan teknologi membuat hampir seluruh pembuatan dokumen dilakukan secara digital. Dokumen digital yang bersifat rahasia akan sulit jika terdapat modifikasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu dibuatlah suatu skema tanda tangan untuk dokumen digital yaitu tanda tangan digital. Tanda tangan digital pada dasarnya berfungsi sebagai alat otentikasi untuk menjamin keaslian dokumen tersebut serta menghindari adanya penyangkalan. Tanda tangan digital dapat menjamin beberapa aspek keamanan, yaitu authencity, integrity dan non-repudiation. Tanda tangan digital dapat menggunakan Algoritma Elliptic Curve Digital Signature (ECDSA) yang merupakan gabungan dari Elliptic Curve Crytography (ECC) dan Digital Signature Standard (DSS). Penelitian ini melakukan implementasi tanda tangan digital menggunakan Algoritma ECDSA pada file jurnal tipe pdf. Hasil penelitian ialah tanda tangan digital ini dapat menjamin authencity, integrity, dan non-repudiation pada file jurnal tipe pdf tersebut.
Perbandingan Kinerja Algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) Menggunakan Fungsi Hash Secure Hash Algorithm (SHA-1) dan Keccak pada Tanda Tangan Digital Nur Annisa fitriani; Aminuddin Aminuddin; Sofyan Arifianto
Jurnal Repositor Vol. 3 No. 3 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v3i3.31071

Abstract

Sebuah data atau dokumen yang dikirimkan melalui internet sangat rentan terhadap serangan atau modifikasi serta sangat sulit untuk membuktikan keaslian data atau dokumen, maka dengan perkembangan sistem keamanan terbentuklah sebuah mekanisme kriptografi yang digunakan untuk memverifikasi keaslian dan kebenaran dari sebuah data yang disebut dengan tanda tangan digital. Tanda tangan digital seringkali dipadukan dengan fungsi hash untuk membuat tanda tangan pada suatu data. Algoritma tanda tangan yang sering digunakan adalah Diffle-Helman Digital Signature Algorithm dan lebih dikenal sebagai Digital Signature Algorithm (DSA). Algoritma Digital Signature Algorithm (DSA) dikembangkan menjadi algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) yang menggunakan elliptic curve. Penelitian ini Melakukan perbandingan kinerja algoritma tanda tangan digital Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) menggunakan fungsi hash yang berbeda dan menganalisis performa waktu proses dari awal hingga akhir antara algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) menggunakan fungsi hash SHA-1 dan algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) mengunakan fungsi hash Keccak. Parameter pengujian yang dilakukan membandingkan algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) fungsi hash SHA-1 dan Keccak pada saat proses pembangkitan kunci (key generation), tahap penandatanganan (signature generation), dan tahap verifikasi tanda tangan digital (verifying).