Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversity of Ground-Dwelling Insects in Varoius Habitat Types in Lembah Sabil, Aceh Barat Daya Sharah Umami; M. Ali S. M. Ali S.; Muhammad Sayuthi Muhammad Sayuthi; Safrida Safrida; Djufri Djufri; Izfa Riza Hazmi Izfa Riza Hazmi; Muhammad Farhan Putra Emil Muhammad Farhan Putra Emil
JIPI (Jurnal IPA & Pembelajaran IPA) Vol. 9 No. 4: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala, in collaboration with the Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII), (MoU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v9i4.183

Abstract

Ground-dwelling insects play an important role in the decomposition of soil organic matter and serve as bioindicators of environmental degradation, which is reflected by the decline in insect diversity. This study aimed to determine the similarity and diversity levels of ground-dwelling insects and to produce an identification book across different habitat types in Lembah Sabil, Aceh Barat Daya. An exploratory survey method with purposive sampling was applied. The research subjects were all ground-dwelling insects inhabiting various habitats, with observations conducted at four sites in Lembah Sabil. Data were analyzed both quantitatively and qualitatively. The results showed that insect similarity was 59% between coffee plantations and secondary forests, 29% between coastal forests and nutmeg plantations, 36% between coastal forests and coffee plantations, 29% between coastal forests and secondary forests, 42% between coffee and nutmeg plantations, and 48% between nutmeg plantations and secondary forests. Diversity levels were categorized as moderate, with index values of 2.69 in coastal forests, 2.54 in coffee plantations, 2.25 in nutmeg plantations, and 2.43 in secondary forests. The feasibility test of the identification book yielded a score of 76%, indicating it is suitable for use. In conclusion, the similarity of ground-dwelling insects in coastal forests was low, while coffee plantations, nutmeg plantations, and secondary forests exhibited higher similarity. The diversity levels across all four habitat types were classified as moderate. Keywords: Similarity, diversity, ground-dwelling insects, habitat, Lembah Sabil.
Sosialisasi dan Adopsi Inovasi Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)dan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan untuk Optimalisasi Hasil Kakao Erida Nurahmi; Syafruddin Syafruddin; Safrida Safrida; Muhammad Yasar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.72

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melibatkan lembaga mitra dan masyarakat. Program pengabdian ini di desain dan diarahkan untuk meningkatkan keterkaitan antara dunia akademik -teoritik dan dunia empirik-praktis. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masysrakat dalam pembuatan alat pengendali hama penggerak batang buah kakao Fero PBK dan pestisida nabati ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi tanaman kakao. Target lainnya untuk memasyarakatkan pertanian ramah lingkungan dan penguatan kelembagaan petani. Kegiatan Pengabdian ini digagas oleh lembaga mitra LPPM Universitas Syiah Kuala dan kelompok sasaran petani kakao di Desa Jruek Bak Kreh Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Kendala utama dalam peningkatan kakao di Desa Jruek Bak Kreh adalah minimnya inovasi dan adopsi teknologi pembuatan alat pengendali hama penggerek buah kakao dan pestisida nabati ramah lingkungan. Mahalnya harga pestisida buatan dan sulit tersedia bagi petani kakao menginspirasi kami untuk membantu petani dalam memperkenalkan dan mendemonstrasikan teknologi pembuatan alat pengendali hama penggerek buah kakao dan pestisida nabato ramah lingkungan. Alat yang dihasilkan tersebut adalah produk ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan secara mudah oleh petani untuk peningkatan produksi kakao