This Author published in this journals
All Journal Jurnal Repositor
Fahmi Dwi Arianto
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Inventaris Gudang Menggunakan Metode Prototyping (Studi Kasus: UD. Rejeb Ngalah) Fahmi Dwi Arianto; Evi Dwi Wahyuni; Wildan Suharso
Jurnal Repositor Vol. 5 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v5i4.32090

Abstract

UD. Rejeb Ngalah merupakan perusahaan yang bertempat di Nongkojajar. Rejeb Ngalah memiliki dua UKM yang sedang berkembang dan bertugas menaungi kedua UKM tersebut. UKM yang dinaungi oleh Rejeb Ngalah yaitu warnakarsa dan pesendaun yang bertempat di Malang. Penelitian ini didasari oleh keinginan peneliti memiliki andil dalam perubahan yang lebih baik lagi pada masyrakat dan memberikan pengaruh yang siginifikan demi proses bisnis yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kami memilih UD Rejeb Ngalah sebagai tempat penelitian karena memiliki beberapa persoalan yang dialami dan hal tersebut membuat peneliti berniat memperbaiki proses yang ada didalamnya. Permasalahan utama pada Rejeb Ngalah yaitu diantara UKM warnakarsa dan pesendaun, produksi dan kegiatan administrasi saat ini masih dilakukan di tempat yang berbeda dan sering terjadi kesalahan pemahaman terhadap sesama karyawan yang menangani kegiatan administrasi di Rejeb Ngalah karena belum adanya sistem informasi gudang untuk mendata barang sehingga karyawan terkadang salah menginput data barang dan mengakitabatkan job-desk tidak tertata sebagaimana semestinya. Karna revolusi digital jika sebuah perusahaan mau meningkatkan operasional harus mengembangkan model bisnis baru yang lebih efisien [1]. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi storage di UD. REJEB NGALAH untuk memudahkan para karyawan dalam mendata barang, memperjelas SOP dari masing-masing pegawai dan semua kegiatan pengadminstrasian bisa tertata dengan baik. Penelitian menggunakan metode prototyiping karena akan sangat efektif digunakan apabila klien tidak tahu sebenarnya seperti apa website yang akan dirancang. Dan pada tahap wireframe/prototyping kita bisa mempresentasikan seperti apa gambaran website yang cocok dibuat untuk klien. Metode prototyping bisa menghubungkan langsung antara pengembang dan pengguna dengan prototype yang telah dirancang sebelum diimplementasikan kedalam coding sehingga fungsional dari sistem bisa digambarkan dengan jelas dari prototype tersebut [3]. Hal tersebut tentu lebih efektif karena pengembang tidak perlu melakukan coding sebelum pengguna sepakat terhadap sistem yang telah digambarkan melalui prototype.