This Author published in this journals
All Journal Jurnal Repositor
Robin Nusantara Haming
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Implementasi Arsitektur Rest dengan GRAPHQL (Studi Kasus Perusahaan Hospitality Service di Bali) Robin Nusantara Haming; Wildan Suharso; Didih Rizki Chandranegara
Jurnal Repositor Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/repositor.v7i3.36167

Abstract

Pengembangan sistem informasi memerlukan metode distribusi data yang efisien untuk mendukung pembuatan keputusan. Pada umumnya, sistem informasi terdiri dari frontend yang menampilkan informasi dan backend yang memproses data, dengan REST API sebagai standar arsitektur untuk menghubungkan keduanya. Namun, kemajuan teknologi telah memperkenalkan GraphQL, yang menawarkan fleksibilitas dan efisiensi lebih dalam pendistribusian data. REST API memiliki batasan seperti kompleksitas sistem, tuntutan kualitas layanan tinggi, dan pengambilan data dinamis yang membatasi fleksibilitasnya. Sebaliknya, GraphQL, yang dirilis pada 2015, memungkinkan query data yang lebih fleksibel dan responsif, serta efisiensi dalam pengembangan API. Membandingkan dua arsitektur API, REST dan GraphQL, untuk menentukan mana yang lebih efisien dalam hal kecepatan waktu respon, ukuran respon, kompleksitas bahasa query, dan skalabilitas. Studi ini melibatkan analisis terhadap aplikasi perusahaan hospitality di Bali yang menggunakan kedua arsitektur. Evaluasi dilakukan dengan mengukur waktu respon, throughput, beban CPU, dan penggunaan memori. Hasil menunjukkan REST lebih cepat dalam waktu respon dan throughput, sedangkan GraphQL lebih efisien dalam penggunaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan membantu pengembang memilih arsitektur API yang optimal berdasarkan efisiensi kegunaan, sumber daya, waktu, biaya, dan skalabilitas. Diharapkan temuan ini dapat menjadi panduan untuk pengembang dalam memilih arsitektur yang sesuai untuk pengembangan sistem informasi di masa depan.