Wenny Waty
Bagian Keterampilan Klinis, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Penggunaan Tabir Surya Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Angkatan 2021 Catherine Keiko Gunawan; Wenny Waty; Hartini Tiono
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan pada kulit tanpa perlindungan memicu berbagai kerusakan seperti eritema, bintik-bintik coklat, dan hiperpigmentasi. Perlindungan kulit terhadap paparan sinar UV dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah penggunaan tabir surya secara tepat dan konsisten. Tabir surya berperan penting dalam meminimalkan risiko kerusakan kulit akibat sinar UV sehingga pemahaman, sikap, dan perilaku penggunaannya perlu ditingkatkan, terutama di kalangan muda yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2021 mengenai penggunaan tabir surya. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan metode whole sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang memuat 33 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan tabir surya. Kuesioner ini disusun untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan mahasiswa dalam memahami pentingnya seberapa baik mahasiswa memahami pentingnya penggunaan tabir surya, bagaimana sikap mereka terhadap praktik perlindungan kulit, dan sejauh mana perilaku mereka dalam penggunaan produk tersebut. Subjek penelitian ini berjumlah 134 orang dengan 88 orang (65,7%) adalah perempuan dan 46 orang (34,3%) adalah laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dari 101 orang (75,45%) termasuk kategori baik; 117 orang (87,3%) menunjukkan sikap yang termasuk kategori baik; dan hanya 46 orang (34,3%) yang memiliki perilaku yang termasuk kategori baik. Sebagai simpulan, meskipun pengetahuan dan sikap mahasiswa terhadap penggunaan tabir surya sudah tergolong baik, penerapan pengetahuan tersebut dalam perilaku sehari-hari masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Perilaku; Tabir Surya; Fakultas Kedokteran
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI OUTSOURCING DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Dani; Wenny Waty; Ristag Hamida Hanisia
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah penting dalam kesehatan kerja karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan produktivitas pegawai. Status gizi berlebih yang diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut diketahui berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan tekanan darah pada pegawai outsourcing di Universitas Kristen Maranatha. Desain yang digunakan adalah potong lintang pada 68 pegawai outsourcing yang mengikuti skrining kesehatan. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, IMT, lingkar perut, tekanan darah sistolik (SBP) dan diastolik (DBP), serta beberapa parameter metabolik lain. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan uji korelasi Spearman menilai hubungan IMT dengan SBP/DBP, dan uji chi‑square menilai asosiasi antara kategori IMT dan status hipertensi (SBP ≥ 140 mmHg dan/atau DBP ≥ 90 mmHg) pada α = 0,05. IMT berhubungan positif signifikan dengan SBP (ρ = 0,33; p = 0,008) dan DBP (ρ = 0,29; p = 0,018). Proporsi hipertensi meningkat seiring kenaikan kategori IMT; hasil uji chi‑square menunjukkan asosiasi bermakna antara kategori IMT dan hipertensi (χ² = 13,77; df = 3; p = 0,003; Cramer’s V = 0,46). Pegawai dengan obesitas memiliki risiko hipertensi 4,7 kali lebih besar dibandingkan pegawai dengan IMT normal. Temuan ini menegaskan pentingnya program promosi kesehatan kerja berbasis tempat kerja yang berfokus pada pencegahan obesitas, pengendalian tekanan darah, dan pemantauan berkala pada pegawai outsourcing. Kata kunci: Hipertensi; Indeks Massa Tubuh; Pegawai Outsourcing; Status Gizi; Tekanan Darah