Melon (Cucumis melo L.) tergolong tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia. Melon mempunyai keunggulan rasa manis, daging renyah, warna daging beragam, dan aroma khas. Sebagian persoalan yang selalu dijumpai dari budidaya melon adalah karena kebutuhan nutrisi yang tidak mencukupi, rasa buah yang lemah, dan teknik budidaya yang tidak tepat sehingga kualitasnya buruk. Pemupukan merupakan sebuah usaha guna mengembangkan hasil serta kualias melon. Kalium merupakan nutrisi yang bisa dipakai guna menambah kadar gula pada buah-buahan. Pupuk kalium nitrat ialah sebuah pupuk kalium yang selalu dipakai petani sebab mempunyai kadar kalium yang tinggi daripada pupuk lainnya. Pengkajian ini bertujuan guna mendalami pengaruh waktu serta dosis pupuk kalium pada pertumbuhan serta hasil tanaman melon. Pengkajian ini diselenggarakan sejak Juni - Agustus 2023 di lahan Desa Padangan Kec Kayen Kidul Kab Kediri. Pengkajian ini berupa percobaan faktorial memakai RAK atau Rancangan Acak Kelompok dari 2 faktor serta 3 pengulangan, yaitu dengan perlakuan waktu pemberian sebagai factor pertama dan dosis pupuk KNO3 sebagai faktor kedua. Hasil penelitian belum terbukti adanya interaksi terhadap parameter pertumbuhan serta hasil tanaman melon. Pemberian pupuk dengan frekuensi 3 kali yang dilakukan saat 15 HST, 30 HST, serta 45 HST, membagikan dampak terbaik pada pertumbuhan dan hasil melon. Perbedaan dosis pemupukan KNO3 berpengaruh pada hasil tanaman melon melalui parameter berupa tebal daging buah, bobot buah, serta kandungan gula buah namun tidak memiliki pengaruh nyata pada parameter diameter buah. Perbedaan dosis juga tidak memiliki pengaruh nyata pada seluruh parameter pertumbuhan. pemberian dosis pupuk kalium 250 kg ha-1 menampilkan hasil yang lebih optimal daripada perlakuan lain.