Analisis kandungan nickel ore memegang peranan penting dalam industri pertambangan, terutama untuk menentukan kualitas, nilai ekonomis, dan kelayakan material yang diekstraksi. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menganalisis unsur-unsur logam dalam sampel adalah Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED-XRF), yang dikenal karena kemampuannya melakukan analisis secara cepat, non-destruktif, dan akurat. Prinsip kerja ED-XRF didasarkan pada interaksi sinar-X dengan atom dalam sampel, yang menghasilkan sinyal fluoresensi dengan panjang gelombang spesifik untuk setiap unsur. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi pengaruh variasi berat sampel dan tekanan pada metode press pellet terhadap hasil analisis nikel ore menggunakan instrumen ED-XRF Epsilon 3 dan Epsilon 4. Sampel nikel ore dipreparasi dengan variasi berat (5–7 gram) dan tekanan (5–15 ton), kemudian dianalisis untuk mengetahui akurasi dan presisi pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat dan tekanan berpengaruh nyata terhadap nilai konsentrasi unsur yang diperoleh. Pada instrumen Epsilon 3, error analisis cenderung lebih tinggi, berkisar antara 3–5%, sedangkan pada Epsilon 4 error lebih rendah, yaitu <2% pada kondisi optimum. Kondisi optimum diperoleh pada berat 7 gram dan tekanan 10 ton, yang menghasilkan nilai konsentrasi paling stabil dengan discrepancy minimal. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan parameter press pellet yang tepat mampu meningkatkan reliabilitas metode ED-XRF dalam analisis nikel ore, serta menunjukkan bahwa Epsilon 4 memiliki performa lebih baik dibandingkan Epsilon 3