This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tataloka
Muhammad Fajri Nugraha
Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kinerja Kerja Sama Antardaerah dalam Pengelolaan Persampahan: Studi Kasus Kartamantul Muhammad Fajri Nugraha; Hadi Wahyono
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.208-220

Abstract

Pengelolaan persampahan di kawasan perkotaan menghadapi persoalan yang semakin kompleks karena keterbatasan kapasitas pemerintah daerah serta adanya eksternalitas yang melampaui batas administratif. Kondisi tersebut mendorong perlunya kerja sama antardaerah untuk mengintegrasikan sumber daya, koordinasi, dan pelaksanaan pelayanan persampahan secara lebih efektif dan efisien. Kerja sama Kartamantul yang melibatkan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul merupakan salah satu praktik kerja sama antardaerah di Indonesia dengan salah satu bidang kerja sama adalah pengelolaan persampahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kerja sama Kartamantul dalam pengelolaan persampahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis yaitu analisis skoring & pembobotan serta analisis deskriptif kuantitatif terhadap data yang dikumpulkan melalui instrumen penilaian mandiri dan wawancara mendalam dengan narasumber kunci yang dipilih secara purposive untuk mewakili institusi terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa kinerja kerja sama Kartamantul dalam pengelolaan persampahan terkategori baik. Kinerja tersebut didukung oleh intensitas komunikasi dan koordinasi yang rutin, komitmen bersama untuk mempertahankan kerja sama, kapabilitas dalam melaksanakan program kerja sama, mekanisme kerja sama yang terstruktur dan sistematis, serta pengelolaan kerja sama yang relatif mandiri dan transparan. Namun, beberapa aspek masih memerlukan penguatan, terutama aspek kompetensi, efisiensi, integrasi, efektivitas, evaluasi berkala, dan transparansi. Temuan ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi peningkatan kinerja kerja sama antardaerah di Kartamantul sekaligus menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang ingin mengembangkan kerja sama antardaerah khususnya dalam mengelola persampahan.