This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tataloka
Galih Setyo Aji
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Spasial dan Fungsi Ruang Alun-Alun Kota Magelang Galih Setyo Aji
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.221-240

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi bentuk ruang dan pengaruhnya terhadap perubahan fungsi ruang terbuka Alun-Alun Kota Magelang dari tahun 1810 hingga 2024. Sebagai elemen utama dalam tata ruang kota tradisional Jawa, alun-alun memiliki fungsi kosmologis, politis, dan komunal yang merefleksikan keharmonisan antara kekuasaan, agama, dan kehidupan masyarakat. Namun, seiring waktu, konfigurasi fisik dan makna simbolik Alun-Alun Kota Magelang mengalami perubahan signifikan akibat intervensi kolonial, modernisasi, dan perkembangan kota kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deduktif dengan analisis ruang diakronik–sinkronik untuk menelusuri evolusi bentuk ruang dari era tradisional, kolonial, hingga modern. Data dikumpulkan melalui studi arsip, observasi lapangan, serta wawancara dengan sejarawan lokal dan perencana kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk ruang, seperti pergeseran orientasi alun-alun, transformasi bangunan di sekitarnya, dan munculnya fungsi-fungsi baru perkotaan telah memengaruhi pergeseran fungsi dan makna alun-alun. Pada periode tradisional (1810–1830), alun-alun berfungsi sebagai pusat kosmologis dan politik, dengan keterhubungan ruang antara keraton, masjid, dan pusat pemerintahan yang melambangkan keseimbangan tatanan semesta. Selama periode kolonial (1830–1945), harmoni ruang tersebut terganggu karena alun-alun diubah menjadi instrumen kekuasaan kolonial, dikelilingi kantor pemerintahan, benteng, dan gereja. Sedangkan pada era modern (1945–2024), fungsi alun-alun bertransformasi menjadi ruang publik perkotaan yang berorientasi pada rekreasi, pariwisata, dan interaksi sosial, mencerminkan modernitas urban sekaligus memudarnya nilai-nilai kosmologis tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi bentuk ruang Alun-Alun Kota Magelang berpengaruh signifikan terhadap perubahan fungsi ruang terbukanya dari makna sakral dan hierarkis menuju fungsi ruang kota yang sekuler dan inklusif. Pergeseran ini menggambarkan transisi urban di Jawa dari tatanan kosmologis simbolik menuju pemanfaatan ruang yang pragmatis. Hasil penelitian menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sejarah dan budaya dalam perencanaan kota masa depan guna menjaga identitas alun-alun sebagai ruang publik sekaligus penanda sejarah Kota Magelang.