This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tataloka
Fitriani Fitriani
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Sarana dan Prasarana di Desa Dalung, Bali: Pemrioritasan melalui Analytical Hierarchy Process Irsyadi Siradjuddin; Muhammad Anshar; Fitriani Fitriani
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.157-170

Abstract

Pembangunan sarana dan prasarana desa merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta menunjang keberlanjutan pembangunan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sarana dan prasarana serta menentukan prioritas pengembangannya di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan data sekunder. Analisis skoring digunakan untuk mengidentifikasi tingkat ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana, sedangkan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot dan urutan prioritas pengembangan berdasarkan tingkat kepentingan relatif masing-masing jenis sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi sarana dan prasarana di Desa Dalung berada pada kategori baik. Rata-rata tingkat ketersediaan prasarana mencapai 92,0% dengan kondisi sebesar 92,8%, sedangkan rata-rata ketersediaan sarana mencapai 92,0% dengan kondisi sebesar 94,0%. Meskipun demikian, hasil pemrioritasan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepentingan antarjenis infrastruktur. Pada kelompok prasarana, drainase menjadi prioritas utama dengan bobot 52,5%, diikuti jaringan jalan dan jaringan listrik masing-masing sebesar 12,7%, air bersih sebesar 11,8%, dan sanitasi sebesar 10,4%. Pada kelompok sarana, pendidikan menjadi prioritas utama dengan bobot 50,8%, diikuti kesehatan sebesar 26,5%, peribadatan sebesar 15,1%, dan perdagangan sebesar 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan prioritas pengembangan perlu mempertimbangkan kondisi eksisting dan tingkat kepentingan masing-masing infrastruktur, sehingga dapat menjadi dasar dalam mengarahkan pengembangan sarana dan prasarana Desa Dalung secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan wilayah.