Lely Mardiyanti
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Metakognitif dan Strategic Thinking Competency Murid pada Pembelajaran Biologi Dalam Education for Sustainable Development: Explanatory Sequential Design Fitry Della Andriani; Retni Sulistiyoning B; Lely Mardiyanti
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i2.9083

Abstract

Penerapan Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran biologi menuntut peserta didik memiliki kemampuan metakognitif dan strategic thinking competency untuk menghadapi permasalahan secara kritis, reflektif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil kemampuan metakognitif dan strategic thinking competency murid pada pembelajaran biologi berbasis ESD serta menjelaskan temuan kuantitatif melalui data kualitatif. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain Explanatory Sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 108 murid kelas XII Fase F SMAN 1 Kota Jambi menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang diadaptasi dari Schraw dan Dennison serta Strategic Thinking Questionnaire (STQ) yang diadaptasi dari Pisapia dkk. Tahap kualitatif melibatkan delapan murid yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan rendah, sedang, dan tinggi melalui wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan komparatif menggunakan ANOVA, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik pengkodean, crosscheck, dan visualisasi menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif memiliki nilai rata-rata 59,30 ± 9,20, sedangkan strategic thinking competency memiliki nilai rata-rata 60,71 ± 8,50. Sebagian besar murid berada pada kategori sedang, baik pada kemampuan metakognitif (75,00%) maupun strategic thinking competency (69,44%). Pada kemampuan metakognitif, indikator Planning dan Monitoring menunjukkan capaian tertinggi pada kelompok berkemampuan tinggi, sedangkan Information Management merupakan indikator yang relatif paling rendah. Pada strategic thinking competency, indikator System Thinking memperoleh capaian tertinggi pada kategori tinggi, sedangkan Reflecting memiliki capaian relatif paling rendah. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif berbeda secara signifikan berdasarkan etnis, sedangkan strategic thinking competency tidak menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, etnis, maupun usia. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif memperlihatkan bahwa kemampuan metakognitif berperan sebagai landasan berkembangnya strategic thinking competency melalui proses perencanaan, monitoring, evaluasi, refleksi, dan pengambilan keputusan dalam pembelajaran biologi berbasis ESD.