Latar Belakang: Kolesterol adalah metabolit alami yang berperan penting dalam tubuh, diperlukan untuk sintesis membran sel, hormon steroid, dan asam empedu untuk pencernaan lemak. Kelebihan kolesterol dapat menyebabkan hiperkolesterolemia, ditandai dengan peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL), yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor penyebab hiperkolesterolemia meliputi konsumsi lemak jenuh tinggi, gaya hidup, merokok, obesitas, dan usia. Di Indonesia, prevalensi hiperkolesterolemia cukup signifikan, terutama di kalangan guru berusia 50-59 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi dan faktor risiko hiperkolesterolemia pada guru di SMP Negeri 2 Sukaraja. Metode: Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional untuk menilai prevalensi dan faktor risiko hiperkolesterolemia pada 47 guru di SMP Negeri 2 Sukaraja. Sampel penelitian ini ditetapkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data primer melalui kuesioner wawancara, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan kolesterol total. Hasil: Penelitian pada guru di SMP Negeri 2 Sukaraja menunjukkan bahwa 32% memiliki kadar optimal, 32% dalam batas tinggi, dan 36% kadar tinggi. Faktor risiko meliputi usia, BMI, Tekanan, kurangnya aktivitas fisik, dan kurangnya konsumsi sayur dan buah. Simpulan: Prevalensi hiperkolesterolemia pada guru yaitu 32% memiliki kadar optimal, 32% dalam batas tinggi, dan 36% kadar tinggi. Dengan faktor risiko yaitu 38,30% meliputi guru dengan usia 45-60 tahun, diikuti dengan guru BMI overweight dan hipertensi menunjukkan prevalensi tertinggi mengalami hiperkolesterolemia. Guru disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan sehat dan meningkatkan frekuensi olahraga setidaknya 4–6 kali per minggu untuk membantu mengurangi risiko hiperkolesterolemia.