Penelitian ini membahas strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina sopan santun siswa kelas V SDN 004 Bontang Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh merosotnya nilai sopan santun siswa di era digital dan globalisasi serta pentingnya peran guru PAI dalam membentuk akhlak siswa sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru PAI dalam membina sopan santun siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI membina sopan santun siswa melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan (ta’wid) program 5S, pemberian nasihat (mau’izhah hasanah) secara pribadi tanpa mempermalukan siswa di depan umum, serta penggunaan media video kisah teladan Islami yang efektif menyentuh aspek emosional siswa. Strategi tersebut efektif meningkatkan sopan santun siswa dengan dukungan sekolah dan orang tua, meskipun masih menghadapi hambatan berupa pengaruh lingkungan pergaulan dan media sosial. Faktor pendukung meliputi komitmen guru PAI, dukungan kepala sekolah melalui program 5S, dan keterlibatan orang tua yang selaras menanamkan nilai sopan santun di rumah. Faktor penghambatnya adalah pengaruh lingkungan pergaulan di luar sekolah dan kurangnya kesadaran sebagian siswa. Keempat strategi tersebut terbukti mampu membentuk karakter sopan santun siswa secara nyata, dengan keberhasilan pembinaan ditentukan oleh sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua