Aep Saepudin
Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Pendidikan QS. Al-Aḥzāb Ayat 21 dan QS. Al-Qalam Ayat 4 tentang Uswatun Hasanah Nabi Muhammad ﷺ terhadap Pembentukan Kompetensi Kepribadian Guru R. Muhammad Fadlillah Faaizzanii; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education 261-270
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23804

Abstract

Abstract. This study was motivated by the importance of strengthening teachers' personality competence in response to the growing phenomenon of moral degradation and the crisis of role models in education. The study aims to analyze the interpretations of Qur'anic exegetes, identify the educational essence contained in QS. Al-Aḥzāb verse 21 and QS. Al-Qalam verse 4, examine scholars' perspectives on teachers' personality competence, and formulate their educational implications for the development of teachers' personality competence. This research employed a qualitative approach using the library research method. The data were collected from the Qur'an, authoritative books of tafsir, as well as relevant scholarly books and journal articles. Data were analyzed through the tafsīr taḥlīlī method and synthesized with the theory of teachers' personality competence. The findings reveal that QS. Al-Aḥzāb verse 21 and QS. Al-Qalam verse 4 position Prophet Muhammad ﷺ as the ideal role model for developing teachers' personality competence. The synthesis of the exegetes' interpretations produces four main educational principles: teachers should possess moral integrity, wisdom, and personal resilience; serve as authentic pedagogical role models; establish harmonious and humane educational communication; and uphold moral responsibility as the manifestation of personality competence based on prophetic values. Furthermore, the study formulates three educational implications: strengthening integrity and consistency in teaching, integrating noble character into teachers' personality competence standards, and positioning teachers as a living curriculum in fostering students' character development. Keywords: Teacher Personality Competence; QS. Al-Aḥzāb Verse 21; Uswatun Hasanah. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kompetensi kepribadian guru sebagai respons terhadap degradasi moral dan krisis keteladanan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapat para mufasir, mengidentifikasi esensi pendidikan yang terkandung dalam QS. Al-Aḥzāb ayat 21 dan QS. Al-Qalam ayat 4, mengkaji pandangan para ahli mengenai kompetensi kepribadian guru, serta merumuskan implikasi pendidikannya terhadap pembentukan kompetensi kepribadian guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, serta berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui metode tafsīr taḥlīlī yang disintesiskan dengan teori kompetensi kepribadian guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Aḥzāb ayat 21 dan QS. Al-Qalam ayat 4 menempatkan Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan ideal dalam pembentukan kompetensi kepribadian guru. Sintesis penafsiran para mufasir menghasilkan empat esensi utama, yaitu guru memiliki integritas moral, kebijaksanaan, dan ketangguhan pribadi; guru menjadi figur teladan melalui kehadiran pedagogis yang autentik; guru membangun komunikasi edukatif yang harmonis dan humanis; serta guru memiliki tanggung jawab moral sebagai manifestasi kompetensi kepribadian berbasis nilai-nilai profetik. Temuan penelitian ini melahirkan tiga implikasi pendidikan, yaitu penguatan integritas dan konsistensi dalam mendidik, integrasi akhlak mulia dalam standar kompetensi kepribadian guru, dan guru sebagai living curriculum dalam pembentukan karakter peserta didik. Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian Guru; QS. Al-Aḥzāb ayat 21; Uswatun Hasanah.