Siti Sa'adah Nurkhalisa Ica
Pendidikan Agama Islam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tata Kelola Keorganisasian dan Pemberdayaan Umat Komunitas Majelis Satu Rasa (MSR) Siti Sa'adah Nurkhalisa Ica
Bandung Conference Series: Islamic Education 313-322
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23920

Abstract

Abstrak. Perubahan sosial pada era globalisasi menuntut organisasi keagamaan tidak hanya berperan sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan umat yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola keorganisasian serta pelaksanaan pemberdayaan umat pada Komunitas Majelis Satu Rasa (MSR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola organisasi MSR telah menerapkan prinsip transparansi, partisipasi, komunikasi, dan evaluasi organisasi, meskipun aspek administrasi dan struktur organisasi masih memerlukan penguatan. Program pemberdayaan umat yang dijalankan meliputi pembinaan keagamaan, pendidikan, pengembangan keterampilan, kegiatan sosial, serta pemberian beasiswa yang berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas jamaah. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi kepemimpinan, kerja sama tim, partisipasi jamaah, dan dukungan jejaring eksternal, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan sumber daya serta dinamika organisasi. Berdasarkan perspektif maqashid al-shariah, program-program tersebut telah mendukung terwujudnya kemaslahatan melalui perlindungan agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan tata kelola organisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pemberdayaan umat berbasis komunitas keagamaan. Abstract. Social changes in the era of globalization require religious organizations to serve not only as centers for worship but also as agents of community empowerment capable of addressing various social issues. This study aims to analyze the organizational governance and implementation of community empowerment within the Majelis Satu Rasa (MSR) Community. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results indicate that the MSR’s organizational governance has implemented the principles of transparency, participation, communication, and organizational evaluation, although administrative aspects and organizational structure still require strengthening. The community empowerment programs implemented include religious guidance, education, skills development, social activities, and the provision of scholarships, all of which contribute to enhancing the congregation’s capacity. Factors supporting the programs’ success include leadership, teamwork, congregational participation, and support from external networks, while the main obstacles are resource constraints and organizational dynamics. From the perspective of maqashid al-shariah, these programs have supported the realization of the public interest through the protection of religion, reason, life, lineage, and property. This study shows that strengthening organizational governance is a key factor in enhancing the effectiveness of community-based religious empowerment.