Abstract. Character education is a primary goal in the national education system, particularly in madrasas, to shape students who are qualified both academically and spiritually. The Amaliyyah Yaumiyyah program, consisting of routine worship activities, is viewed as an important habituation strategy to instill religious values, yet the extent of its relationship with students' discipline and independence has not been widely proven quantitatively. This study aims to analyze the relationship between the implementation of the Amaliyyah Yaumiyyah program and students' discipline and independence at MI At-Taqwa Bandung City. This research employs a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 263 students from grades 4, 5, and 6, selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, then analyzed using prerequisite tests (normality and homogeneity), Pearson Product Moment correlation, and simple linear regression. The results show that the implementation of the Amaliyyah Yaumiyyah program at MI At-Taqwa runs well and is categorized as high (59.7%); there is a positive and significant relationship between the program and students' discipline (r = 0.642, strong category, contribution 41.20%) and independence (r = 0.496, moderate category, contribution 24.56%); and the program simultaneously has a significant relationship with both discipline and independence (Sig. = 0.000). These findings indicate that the Amaliyyah Yaumiyyah program has a statistically meaningful contribution to shaping students' discipline and independence in the madrasa environment. Keywords: Amaliyyah Yaumiyyah Program, Discipline, Independence, Madrasah Ibtidaiyah, Correlational. Abstrak. Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional, khususnya di lingkungan madrasah, untuk membentuk siswa yang berkualitas secara akademis dan spiritual. Pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah yang berupa kegiatan ibadah rutin dipandang sebagai strategi pembiasaan yang penting untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, namun hubungannya terhadap kedisiplinan dan kemandirian siswa secara kuantitatif masih perlu dibuktikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah dengan kedisiplinan dan kemandirian siswa di MI At-Taqwa Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 263 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah di MI At-Taqwa berjalan dengan baik dan terkategori tinggi (59,7%); terdapat hubungan positif dan signifikan antara pelaksanaan program dengan kedisiplinan siswa (r = 0,642, kategori kuat, kontribusi 41,20%) dan kemandirian siswa (r = 0,496, kategori sedang, kontribusi 24,56%); serta secara simultan pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah memiliki hubungan yang bermakna dengan kedisiplinan dan kemandirian siswa sekaligus (Sig. = 0,000). Dengan demikian, pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah terbukti memiliki kontribusi yang cukup besar secara statistik dalam pembentukan kedisiplinan dan kemandirian siswa di lingkungan madrasah. Kata Kunci: Pelaksanaan Program Amaliyyah Yaumiyyah, Kedisiplinan, Kemandirian, Pendidikan Islam.