Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah tawuran antarpelajar pada salah satu SMA Swasta di Kota Bekasi. Tawuran antarpelajar masih menjadi salah satu bentuk kenakalan remaja yang mengganggu proses pembelajaran serta bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan Guru PAI dalam mencegah tawuran antarpelajar, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan hasil yang dicapai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Guru PAI dan Kepala Sekolah, dokumentasi, serta angket pelengkap kepada sepuluh peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum pernah ditemukan kasus tawuran di lokasi penelitian, Guru PAI secara konsisten menjalankan upaya preventif sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan (uswah hasanah), dan mediator melalui pembelajaran berbasis akhlak, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan Guru Bimbingan dan Konseling. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah yang religius, program keagamaan yang berkelanjutan, dan komunikasi guru-siswa yang terbuka, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh pergaulan teman sebaya, media sosial, dan keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Guru PAI yang berkelanjutan, kolaboratif, dan preventif berkontribusi signifikan dalam membentuk kesadaran moral peserta didik serta mencegah terjadinya tawuran antarpelajar (239 kata). Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Pencegahan Tawuran Antarpelajar, Pendidikan Karakter.