Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menentukan keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif. Namun, pascapandemi dan keterbatasan media ajar di wilayah pedesaan menyebabkan sejumlah siswa mengalami ketertinggalan literasi dasar (reading delay). Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan bimbingan membaca intensif guna mempercepat pemulihan kemampuan literasi dasar siswa. Program ini dilaksanakan secara paralel di dua sekolah mitra, yaitu SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian menggabungkan pendekatan Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Small Group Discussion (kelompok belajar kecil beranggota 4–5 siswa) yang diselenggarakan secara konsisten 3 kali seminggu setelah jam sekolah usai dengan durasi 60–90 menit per sesi. Pemetaan awal (pre-test) mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori: dasar (belum kenal huruf), menengah (belum lancar mengeja suku kata), dan lanjut (belum lancar membaca kalimat utuh). Proses intervensi memanfaatkan media konkret interaktif seperti kartu kata bergambar (flashcards), buku cerita anak, serta permainan bahasa. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 85% siswa kategori dasar di SD Negeri 16 Tarowang berhasil mengenali alfabet dan mengeja suku kata, serta 80% siswa kategori menengah/lanjut di SD Negeri 5 Tarowang mampu membaca kalimat utuh secara lancar dengan intonasi yang tepat. Selain capaian kognitif, pendekatan klinis-personal dalam kelompok kecil terbukti efektif menurunkan kecemasan akademik (academic anxiety), memulihkan efikasi diri, serta meningkatkan keberanian dan motivasi belajar siswa di kelas.