Tinuk Esti Handayani
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA) untuk Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan Tinuk Esti Handayani; Teta Puji Rahayu; Feby Angzila Fatmayati; Suparji Suparji
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3210

Abstract

Kehamilan risiko tinggi memerlukan kemampuan ibu hamil dalam mengenali faktor risiko dan tanda bahaya secara dini. Keterbatasan pemanfaatan Buku KIA sebagai media pembelajaran menjadi salah satu tantangan dalam edukasi kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kapasitas kader Posyandu melalui implementasi metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA). Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan, dengan melibatkan 18 ibu hamil, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan penggunaan aplikasi MAMAKIA, praktik pemanfaatan Buku KIA, pendampingan penggunaan aplikasi secara mandiri, serta monitoring dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan penggunaan aplikasi dan kemampuan kader dalam menyampaikan materi dinilai melalui lembar observasi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 60 menjadi 85. Observasi menunjukkan 16 dari 18 ibu hamil (88,9%%) mampu menggunakan aplikasi MAMAKIA secara mandiri. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelaksanaan program. Implementasi MAMAKIA juga mendukung pemanfaatan Buku KIA sebagai media belajar mandiri serta penguatan peran kader dalam edukasi kesehatan ibu hamil. Program berpotensi diintegrasikan ke dalam kelas ibu hamil dan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer secara berkelanjutan.