Elsa Tresna Endah
Pendidikan Agama Islam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Media Film Animasi "Rafa Superhero Sesungguhnya!" Dalam Penanaman Adab Birrul Walidain pada Santri Dta Al-Ashri Elsa Tresna Endah
Bandung Conference Series: Islamic Education 1156-1165
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26322

Abstract

Abstract. The decline of birrul walidain manners among children has become a major concern amid digital technology influences and suboptimal conventional lecture methods in touching emotional dimensions. Preliminary observations in January 2026 at DTA Al-Ashri, Margaasih, Bandung Regency, revealed unmaximized student enthusiasm for visual media. This study aims to describe the objectives, processes, roles, and actualization of implementing the animated film "Rafa Superhero Sesungguhnya!" in instilling birrul walidain manners. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving the institutional head, female teachers, and ten students. Data were analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana (2014) and validated via triangulation, member checking, and prolonged engagement. Results indicate the implementation aims to shape concrete awareness, encourage emotional engagement, and address audio-visual learning styles. The process encompasses three phases: planning, execution, and evaluation. The film performs four sequential roles: a medium of musyahadah (Al-Qabisi), a tool for qudwah through Rafa, a trigger for qalbiyah awareness, and a driver of tafaqquh connecting narratives with personal experiences following Ibn Khaldun's al-tadriij and al-tikrar principles. Conclusively, animated films effectively instill birrul walidain manners when planned integratively, proving classical Islamic pedagogical relevance in digital-era non-formal education. Keywords: Animated Film; Birrul Walidain; Islamic Religious Education Learning Media; Manners; DTA Al-Ashri. Abstrak. Melemahnya adab birrul walidain menjadi keprihatinan di tengah derasnya pengaruh teknologi digital dan kurang optimalnya metode ceramah serta hafalan dalam menyentuh emosi santri. Observasi awal pada Januari 2026 di DTA Al-Ashri, Margaasih, Kabupaten Bandung, menunjukkan antusiasme visual santri yang belum dimanfaatkan maksimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tujuan, proses, peran, dan aktualisasi implementasi film animasi "Rafa Superhero Sesungguhnya!" dalam menanamkan adab birrul walidain. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi bersama kepala lembaga, ustadzah, serta sepuluh santri. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) serta diuji melalui triangulasi, member checking, dan perpanjangan pengamatan. Hasil menunjukkan implementasi bertujuan membentuk kesadaran konkret, mendorong keterlibatan emosional, serta menyesuaikan gaya belajar audio-visual santri. Prosesnya berlangsung melalui tiga fase: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Film ini menjalankan empat peran berurutan: media musyahadah (Al-Qabisi), sarana qudwah lewat karakter Rafa, pemantik kesadaran qalbiyah, dan penggerak tafaqquh yang menghubungkan narasi dengan pengalaman pribadi sesuai prinsip al-tadriij dan al-tikrar Ibn Khaldun. Kesimpulannya, film animasi efektif menanamkan adab birrul walidain secara terencana, sekaligus membuktikan relevansi kearifan pedagogis Islam klasik pada pendidikan non-formal di era digital. Kata Kunci: Film Animasi; Birrul Walidain; Media Pembelajaran PAI; Adab; DTA Al-Ashri.